Jeffrey Epstein Diduga Sumbang Dana ke Militer Israel dan Pemukiman Ilegal di Palestina
Jeffrey Epstein diduga sumbang dana ke militer Israel dan pemukiman ilegal sebelum tewas di penjara New York.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap Jeffrey Epstein mendanai militer Israel dan pemukiman di Palestina.
- Tahun 2005, Epstein menyumbang puluhan ribu dolar ke FIDF dan Jewish National Fund yang mendukung pemukiman di Tepi Barat.
- Aliran dana ini menambah dakwaan moral terhadap sistem elit global dan memperlihatkan bagaimana kekayaan pribadi mempengaruhi politik internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Dokumen keuangan terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengungkap sisi lain dari miliarder kontroversial Jeffrey Epstein.
Selain skandal perdagangan seks anak di bawah umur, mendiang Epstein ternyata memiliki rekam jejak panjang dalam mendanai infrastruktur militer dan pemukiman Israel di tanah Palestina.
Melansir laporan Anadolu, pemeriksaan terhadap dokumen pajak tahun 2005 menunjukkan bahwa Epstein secara aktif memberikan dukungan finansial kepada lembaga-lembaga yang menyokong pendudukan wilayah Palestina.
Baca juga: Skandal Epstein Files Seret Mandelson, Kepala Staf PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
Sumbangan untuk Militer dan Pemukiman
Dalam berkas formal tertanggal 3 Maret 2005, tercatat Epstein menyumbangkan dana sebesar 25.000 dolar AS kepada "Friends of the Israel Defence Forces" (FIDF), sebuah organisasi berbasis di AS yang menggalang dana untuk tentara Israel.
Tak hanya itu, mengutip dokumen pajak yang sama, Epstein juga menyalurkan dana sebesar 15.000 dolar AS kepada "Jewish National Fund" (JNF).
Organisasi ini secara historis dikenal memiliki peran sentral dalam pembiayaan pemukiman di Tepi Barat, akuisisi lahan, hingga pengusiran warga Palestina dari rumah mereka.
Klaim Politik Terkait Palestina
Selain dukungan finansial, dokumen berupa korespondensi email tertanggal 20 Mei 2012 mengungkap pandangan politik Epstein yang diskriminatif.
Dalam pesan tersebut, Epstein secara terbuka mengklaim bahwa "Palestina tidak pernah ada secara historis" dan tidak pernah menjadi negara Arab yang merdeka.
Pandangan ini selaras dengan struktur kekuasaan global yang selama ini ia masuki, di mana kekerasan terhadap warga Palestina sering kali dinormalisasi melalui jaringan amal dan donatur elit.
Keterlibatan Tokoh Global
Jeffrey Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur.
Rilis terbaru dari Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mencakup lebih dari tiga juta berkas yang menyeret banyak nama besar internasional, termasuk mantan pejabat tinggi dari berbagai negara.
Baca juga: Utusan Senior Norwegia Mundur Usai Terungkap Hubungan dengan Jeffrey Epstein
Terungkapnya aliran dana Epstein ke militer Israel ini menambah dakwaan moral terhadap sistem elit global.
Hal ini menunjukkan bagaimana kekayaan pribadi dapat digunakan untuk mempermanenkan pendudukan dan perampasan hak asasi manusia di bawah kedok donasi amal yang legal.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan