Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Ultimatum Kapal AS, Diminta Jauhi Laut Iran atau Hadapi Risiko Berat

AS keluarkan peringatan bagi kapal komersial agar jauhi laut teritorial Iran. Selat Hormuz vital, ketegangan bisa ganggu pasokan minyak global.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • AS mengimbau kapal berbendera Amerika agar menjauhi laut Iran di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman hingga 8 Agustus 2026 untuk mengurangi risiko dicegat, ditahan, atau disita pasukan Iran.
  • Kapal yang melintas Selat Hormuz disarankan mendekati laut Oman untuk meminimalkan risiko interaksi langsung dengan aparat keamanan Iran.
  • Selat Hormuz menjadi titik kritis karena sepertiga pasokan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga ketegangan berpotensi mengguncang stabilitas energi global.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Teluk Persia kembali meningkat setelah pemerintah Amerika Serikat dibawah pimpinan Donald Trump mengeluarkan peringatan resmi kepada kapal-kapal komersial berbendera AS untuk menghindari perairan teritorial Iran.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS (MARAD) pada Senin (10/2/2026).

Dalam peringatan resmi yang dikutip Anadolu, otoritas maritim AS menyarankan agar kapal-kapal berbendera Amerika yang agar menjaga jarak sejauh mungkin dari laut teritorial Iran.

Adapun laut teritorial yang dimaksud mencakup perairan di sepanjang pesisir Teluk Persia, di Selat Hormuz, serta di Laut Oman yang berbatasan langsung dengan pantainya.

Menurut hukum laut yang diakui internasional dan juga diatur dalam undang‑undang Iran, wilayah laut teritorial biasanya diperhitungkan 12 mil laut (sekitar 22,2 kilometer) dari garis pantai ke arah laut.

Pedoman ini berlaku hingga 8 Agustus 2026, MARAD menjelaskan aturan diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keamanan di jalur pelayaran strategis dunia.

Kapal Komersial Berisiko Dicegat

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Administrasi Maritim Departemen Transportasi Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz dan Teluk Oman berpotensi menghadapi risiko serius.

Termasuk dicegat, diperiksa, dinaiki, ditahan, atau bahkan disita oleh pasukan Iran.

Oleh karena itu awak kapal diminta untuk selalu mengikuti protokol keselamatan yang telah ditetapkan.

Jika terjadi kontak atau penyapaan dari otoritas Iran, nakhoda diminta menyebutkan identitas kapal dan negara benderanya, sambil menegaskan bahwa pelayaran dilakukan sesuai hukum internasional.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Fakta WNI Ditabrak di Singapura - Israel Ancam Serang Iran Tanpa Tunggu AS

Pihak Administrasi Maritim juga menekankan bahwa kapal berhak menolak permintaan naik ke kapal oleh pihak Iran apabila kondisi memungkinkan.

Tetapi awak kapal dilarang melakukan perlawanan fisik. Semua tindakan harus tetap merujuk pada ketentuan Konvensi Hukum Laut Internasional.

Selain itu, seluruh kapal diwajibkan untuk menjaga sistem pelacakan AIS (Automatic Identification System) tetap aktif selama berlayar.

Hal ini dianggap krusial karena sejumlah insiden penyitaan kapal sebelumnya dikaitkan dengan kapal yang mematikan sinyal pelacakan mereka, sehingga meningkatkan risiko konfrontasi.

MARAD juga merekomendasikan agar kapal yang berlayar ke arah timur di Selat Hormuz melintasi jalur yang lebih dekat dengan wilayah laut Oman.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas