Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eks Pacar Epstein, Ghislaine Maxwell Tolak Bersaksi di DPR AS, Bersedia Jika Digrasi Trump

Ghislaine Maxwell, siap bersaksiasal diberikan grasi oleh Donald Trump—di tengah munculnya dokumen sensitif yang menyebut nama tokoh terkemuka.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Ghislaine Maxwell menolak bersaksi di hadapan Komite Pengawasan DPR AS dengan mengacu pada hak Amandemen Kelima, meski ia dipanggil terkait penyelidikan lanjutan kasus Jeffrey Epstein
  • Tim hukum Maxwell menawarkan kesaksian penuh asalkan ia mendapat grasi dari Donald Trump, dengan klaim bahwa langkah itu demi membuka kebenaran kepada publik.
  • Rilis besar dokumen kasus Epstein kembali menyeret nama Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Ghislaine Maxwell, yang kini berusia 64 tahun dan dikenal sebagai mantan kekasih Jeffrey Epstein, menolak memberikan kesaksian kepada Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat, dalam kasus Jeffrey Epstein.

Maxwell menggunakan haknya untuk tidak menjawab pertanyaan dengan mengacu pada Amandemen Kelima dalam Konstitusi AS, yang melindungi seseorang dari pengakuan yang bisa memperberat dirinya sendiri.

Maxwell saat ini menjalani hukuman penjara federal 20 tahun di Texas atas keterlibatannya dalam perdagangan seks.

Ia dipanggil secara virtual sebagai bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung terhadap jaringan Epstein yang melibatkan banyak figur penting di dunia politik, bisnis, dan media.

Ketua Komite James Comer mengecam keputusan Maxwell.

Ia mengatakan bahwa Maxwell mengambil hak Kelima seperti yang diperkirakan dan menolak menjawab pertanyaan komite.

Rekomendasi Untuk Anda

Comer menambahkan bahwa pihaknya masih memiliki banyak hal yang ingin diketahui tentang peran Maxwell dan Epstein, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain, mengutip Al Mayadeen, Selasa (10/2/2026).

Dalam pernyataan yang mengejutkan, pengacara Maxwell, David Markus, menyatakan bahwa kliennya bersedia berbicara secara lengkap dan jujur, tetapi hanya jika dia diberikan grasi oleh Presiden AS Donald Trump

Markus menggambarkan tawaran ini sebagai peluang untuk mengungkap kebenaran yang sepenuhnya kepada publik dan komite.

Permintaan grasi ini muncul di tengah momentum politik yang sensitif.

Baca juga: Jeffrey Epstein Diduga Sumbang Dana ke Militer Israel dan Pemukiman Ilegal di Palestina

Baru-baru ini, Departemen Kehakiman AS menerbitkan lebih dari tiga juta halaman dokumen dan ribuan gambar serta video terkait kasus Epstein, rangkaian rilis terbesar yang dirilis di bawah Undang-Undang Transparansi File Epstein.

Walaupun tidak ada dakwaan baru yang diumumkan, dokumen yang dirilis mencakup sejumlah referensi luas yang melibatkan Trump, sehingga menambah kontroversi seputar tuntutan grasi Maxwell.

Perjalanan Lengkap Kasus Epstein

Kasus Jeffrey Epstein tengah menjadi sorotan, bersamaan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang merilis lebih dari tiga juta dokumen terkait investigasi kriminal terhadap Epstein pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu.

Epstein Files yang tengah viral adalah ribuan halaman dokumen yang terkait dengan dua investigasi kriminal perdagangan seks oleh pemodal juga pengusaha Jeffrey Epstein dan wanita yang disinyalir kekasihnya, Ghislaine Maxwell.

Maxwell kini telah sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas