Epstein Files Kembali Dibuka untuk Menguak di Dalam Berkas yang Disensor, 6 Nama Baru Muncul
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali membuka berkas-berkas Epstein Files yang telah disensor untuk menguak nama-nama baru.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Mantan rekan Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell bungkam selama deposisi tertutup yang digelar DPR AS, Senin (9/2/2026).
Bungkamnya Maxwell memicu kritik dari seorang perwakilan DPR yang mendukung upaya untuk merilis berkas investigasi Epstein.
Robert Garcia, anggota senior komite pengawasan dan reformasi pemerintahan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Maxwell menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima dan menolak untuk bersaksi selama deposisi yang dijadwalkan.
Pengacara Maxwell, David Oscar Markus, juga mengatakan dia menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima.
"Setelah berbulan-bulan mengabaikan panggilan pengadilan kami, Ghislaine Maxwell akhirnya muncul di hadapan komite pengawasan dan tidak mengatakan apa pun," kata Garcia, mengutip The Guardian.
"Dia tidak menjawab pertanyaan apa pun dan tidak memberikan informasi apa pun tentang para pria yang memperkosa dan memperdagangkan perempuan dan anak perempuan," lanjutnya.
Baca juga: Bungkamnya Ghislaine Maxwell saat Ditanya DPR AS Soal Epstein Files, Melindungi Siapa?
"Siapa yang dia lindungi? Dan kita perlu tahu mengapa dia diberi perlakuan khusus di penjara dengan keamanan rendah oleh pemerintahan Trump."
"Kita akan mengakhiri upaya menutup-nutupi kebenaran oleh Gedung Putih ini," ucapnya.
Sementara itu, Markus mengatakan jika Presiden AS Donald Trump mengabulkan pengampunan kliennya, dia akan membersihkan nama Trump dari segala kesalahan yang berkaitan dengan Epstein.
Langkah luar biasa yang disampaikan oleh pengacara Maxwell pada Senin pagi selama deposisi virtualnya di hadapan Komite Pengawasan DPR, memastikan bahwa saga Epstein akan terus menjadi isu politik yang hangat.
"Nyonya Maxwell siap berbicara sepenuhnya dan jujur jika diberikan pengampunan oleh Presiden Trump," kata Markus, mengutip CNN.
"Hanya dia yang dapat memberikan keterangan lengkap. Beberapa orang mungkin tidak menyukai apa yang mereka dengar, tetapi kebenaran itu penting."
"Misalnya, baik Presiden Trump maupun Presiden Clinton tidak bersalah atas kesalahan apa pun," lanjutnya.
Markus juga mengatakan bahwa hanya Maxwell yang dapat menjelaskan alasannya.
"Dan publik berhak atas penjelasan tersebut," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Whiesa)