Uni Eropa Perluas Sanksi Minyak Rusia, Pelabuhan Georgia dan Indonesia Terancam
Uni Eropa mengusulkan sanksi dagang kepada pelabuhan di Georgia dan Indonesia karena diduga menangani perdagangan minyak Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Langkah Kiev untuk memperkuat hubungan dengan Barat—termasuk ambisi bergabung dengan NATO dan mempercepat integrasi dengan Uni Eropa—dipandang Moskow sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional Rusia. Ketegangan semakin tajam pada 2014, menyusul Revolusi Maidan yang menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow. Berbagai upaya diplomasi internasional telah ditempuh, namun belum mampu meredakan konflik secara permanen.
Situasi terus memburuk hingga akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi militer skala penuh pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi tersebut bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga kepentingan keamanan nasional, serta membendung ekspansi NATO. Namun, langkah ini menuai kecaman keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.
Sebagai respons, Barat menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia dan meningkatkan dukungan militer serta bantuan keuangan bagi Ukraina. Hingga kini, perang masih berlangsung, diiringi berbagai upaya diplomasi dan negosiasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan komunitas internasional.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina yang dihimpun dari berbagai sumber.
-
Ukraina–Prancis Sepakati Produksi Senjata Bersama
Ukraina dan Prancis mencapai kesepakatan awal untuk memulai produksi persenjataan secara bersama.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan niat antara kedua negara, yang membuka peluang proyek besar di sektor industri pertahanan.
Namun, hingga kini belum diungkap jenis senjata yang akan diproduksi maupun jadwal dimulainya produksi.
Menteri Pertahanan Ukraina menyatakan kerja sama ini menandai pergeseran strategi dari sekadar menerima bantuan persenjataan menuju produksi bersama yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan di Kyiv, kedua pihak juga membahas potensi pengiriman tambahan senjata dari Prancis, termasuk rudal Aster, jet tempur Mirage 2000, serta sistem pertahanan udara SAMP-T.
-
Ukraina Siap Ekspor Senjata Buatan Dalam Negeri
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan rencana pembukaan ekspor senjata produksi Ukraina sebagai langkah memanfaatkan kemajuan teknologi militer selama masa perang.
Pemerintah Ukraina berencana membuka 10 pusat ekspor senjata di berbagai negara Eropa pada 2026.
Menurut Zelenskyy, ekspor ini akan mencakup drone tempur atau kendaraan udara tanpa awak (UAV).
Ia menegaskan bahwa keamanan Eropa ke depan akan sangat bergantung pada teknologi, khususnya drone, yang sebagian besar dikembangkan oleh insinyur dan spesialis Ukraina.
-
Serangan Rusia Hantam Fasilitas Naftogaz
Serangan Rusia kembali merusak fasilitas produksi milik perusahaan minyak dan gas negara Ukraina, Naftogaz, di wilayah Poltava dan Sumy.