Jurnalis Kelahiran Rusia Dikeluarkan dari Penerbangan Netanyahu ke AS, Koneksinya Perlu Diverifikasi
Jurnalis Israel kelahiran Rusia dikeluarkan dari penerbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Jurnalis Israel kelahiran Rusia dikeluarkan dari penerbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS.
- Nick Kolyohin dijadwalkan untuk meliput pertemuan Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump untuk tiga saluran televisi Rusia.
- Petugas Shin Bet memberitahunya bahwa dia dikeluarkan karena "koneksinya" perlu diverifikasi.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang jurnalis Israel kelahiran Rusia mengatakan ia dikeluarkan dari penerbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington, Amerika Serikat (AS), Selasa (10/2/2026).
Seorang reporter lepas, Nick Kolyohin, mengaku dikeluarkan beberapa saat sebelum lepas landas, setelah petugas keamanan mengatakan mereka perlu memverifikasi "koneksinya."
Nick Kolyohin dijadwalkan untuk meliput pertemuan Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump untuk tiga saluran televisi Rusia.
Berbeda dengan dua kunjungan Netanyahu sebelumnya ke Amerika Serikat, kali ini wartawan diizinkan untuk ikut bepergian dengan pesawat perdana menteri, Wing of Zion.
Namun setelah Kolyohin naik ke bagian media bersama sekitar 10 jurnalis lainnya dan menyimpan tasnya, katanya, agen dari dinas keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mendekatinya dan memintanya untuk turun.
Tanggapan Kantor PM Israel
Kantor perdana menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada situs web berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth bahwa mereka telah menghentikan Kolyohin untuk bepergian dengan penerbangan tersebut, tetapi tidak dapat mengatakan alasannya, yaitu "untuk alasan keamanan."
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh situs web yang sama, Shin Bet mengatakan “badan intelijen ini dipercayakan, antara lain, dengan keamanan Perdana Menteri.
Dalam kerangka kerja ini, keputusan dibuat untuk mengurangi risiko terhadap Perdana Menteri dan informasi di sekitarnya.”
“Tidak masuk akal memperlakukan seorang jurnalis seperti ini, yang Anda undang naik pesawat, yang naik bersama semua jurnalis lainnya, yang barang-barangnya sudah disimpan, dan kemudian pada detik terakhir, di depan semua orang, Anda mempermalukannya dan mengusirnya,” kata Kolyohin kepada AFP, Selasa.
“Dan setelah itu Anda bahkan menampilkannya sebagai seseorang yang menimbulkan bahaya bagi perdana menteri,” tambahnya.
“Mereka mengambil barang-barang saya dan memeriksanya seolah-olah ada bom," lanjut dia.
Dia mengatakan bahwa petugas Shin Bet memberitahunya bahwa dia dikeluarkan karena "koneksinya" perlu diverifikasi.
Baca juga: Netanyahu dan Trump Akan Bertemu di Tengah Kritik Terhadap Israel, Bahas Gaza hingga Rudal Iran
Sosok Nick Kolyohin
Nick Kolyohin yang kini berusia 42 tahun, lahir di Moskow, Rusia.
Kolyohin pindah ke Israel pada usia sembilan tahun, tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet, selama gelombang besar imigrasi Yahudi Soviet.