China Berhasil Uji Kapsul Mengzhou, Target Mendaratkan Astronot di Bulan 2030 Makin Dekat
Uji ini berfokus pada sistem pelarian darurat yang artinya jika terjadi masalah saat peluncuran, astronot bisa menyelamatkan diri kembali ke bumi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- China mencatat kemajuan besar menuju misi berawak ke bulan 2030 dengan uji kapsul Mengzhou dan peluncuran perdana roket Long March-10
- Uji darurat membuktikan sistem pelarian aman, memastikan astronot bisa kembali ke Bumi jika terjadi masalah saat peluncuran
- Keberhasilan ini sekaligus memperkuat teknologi roket pakai ulang China dan mempercepat ambisi membangun stasiun riset lunar pada 2035.
TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - China mencatat kemajuan besar dalam ambisinya mengirim astronot ke bulan pada 2030.
Negara itu sukses melakukan uji keselamatan penting pada kapsul awak generasi terbarunya, Mengzhou, sekaligus menerbangkan perdana roket Long March-10, pada Rabu (11/2/2026).
Dikutip SCMP, uji ini berfokus pada sistem pelarian darurat (escape system) yang artinya jika terjadi masalah saat peluncuran, astronot bisa menyelamatkan diri dan kembali ke Bumi dengan aman.
Sebelumnya, China sudah melakukan uji di darat pada Juni lalu, namun kali ini pengujian dilakukan setelah roket benar-benar lepas landas—sebuah tahap yang jauh lebih menantang.
Roket prototipe Long March-10 meluncur dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang di Pulau Hainan pukul 11.00 waktu setempat.
Tak lama setelah mengudara, kapsul Mengzhou terpisah dari roket dan mendarat di laut sesuai titik yang ditentukan.
Tahap pertama roket juga berhasil kembali dan jatuh di lokasi yang sudah direncanakan.
Baca juga: Modus Ekstrem: WN Pakistan Telan 50 Kapsul Sabu, Ditangkap di Pademangan
Menurut China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi roket yang bisa digunakan kembali.
Uji tersebut juga membuktikan sistem mesin dan navigasi roket bekerja andal saat proses kembali ke Bumi yang menjadi modal penting untuk misi-misi berikutnya.
Bagian dari Perlombaan ke Bulan
China dan Amerika Serikat saat ini bersaing ketat untuk kembali mendaratkan manusia di bulan, sesuatu yang terakhir dilakukan NASA lewat misi Apollo pada 1972.
China menargetkan pendaratan astronot pada 2030, sementara NASA membidik 2028 melalui program Artemis—meski jadwalnya beberapa kali mundur.
Tak hanya mendarat, kedua negara juga punya ambisi membangun fasilitas permanen di bulan dalam dekade mendatang.
Di pihak AS, SpaceX milik Elon Musk menjadi pemain utama dengan teknologi roket pakai ulangnya.
Teknologi Baru Pengganti Shenzhou
Uji darurat kali ini dilakukan saat roket memasuki fase Max-Q, yaitu momen ketika tekanan aerodinamis terhadap roket berada di titik tertinggi.
Ini adalah kondisi paling kritis saat peluncuran, sehingga menjadi waktu ideal untuk menguji sistem penyelamatan awak.
Selama ini, China masih mengandalkan wahana Shenzhou—yang desainnya berbasis teknologi lama Soyuz dari era Soviet—untuk mengirim astronot ke luar angkasa.
Berbeda dengan Shenzhou yang memakai sistem pelarian di bagian roket, Mengzhou memiliki mesin berbahan bakar padat yang tertanam di kapsulnya sehingga bisa melakukan manuver penyelamatan secara mandiri.
Mengzhou dirancang modular dengan dua versi: Versi orbit dekat Bumi untuk tujuh astronot, mendukung stasiun luar angkasa Tiangong dan versi khusus misi bulan dengan kapasitas lebih kecil.
Untuk misi lunar, Mengzhou akan dipasangkan dengan pendarat bulan bernama Lanyue, yang dirancang membawa dua astronot ke permukaan bulan.
Prototipe Lanyue sendiri sudah menjalani uji lepas landas dan pendaratan pada Agustus lalu dalam simulasi gravitasi bulan.
Roket Baru dan Target 2035
Long March-10 merupakan roket angkut berat generasi baru yang akan menjadi tulang punggung misi berawak China. Varian
Long March-10A dirancang bisa digunakan kembali sebagian, terutama pada tahap pertamanya.
China juga menyiapkan kapal khusus bernama Ling Hang Zhe untuk menangkap dan memulihkan tahap pertama roket di laut.
Kapal ini dilengkapi menara dan jaring penangkap untuk mengamankan roket setelah kembali dari penerbangan.
Jika target pendaratan manusia di bulan tercapai pada 2030, langkah berikutnya adalah membangun stasiun riset internasional di dekat kutub selatan bulan pada 2035.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.