Zelenskyy Terima Usulan AS, Bahas Donbas yang Diselisihkan Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menerima tawaran AS untuk membahas pengakhiran Perang Rusia-Ukraina, namun tidak tahu apakah Rusia juga diundang.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Ringkasan Berita:
- Ukraina menerima tawaran untuk mengadakan pembicaraan dengan AS mengenai upaya mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
- AS akan membahas tentang zona ekonomi bebas di Donbas, wilayah Ukraina yang diperebutkan dengan Rusia.
- Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.450 ketika Zelenskyy mengulangi seruannya kepada AS untuk menekan Rusia agar mengakhiri agresinya.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.450 pada Kamis (12/2/2026).
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Kyiv telah menerima tawaran Washington untuk mengadakan putaran pembicaraan lain antara delegasi Ukraina dan Amerika di Amerika Serikat minggu depan mengenai upaya mengakhiri perang Rusia terhadap Ukraina.
Menurutnya, pertemuan ini dijadwalkan pada tanggal 17 atau 18 Februari, tetapi belum diketahui apakah pihak Rusia akan hadir.
Zelenskyy mengatakan, belum diketahui apakah pihak Rusia akan menyetujui negosiasi di Amerika Serikat.
Ia menjelaskan bahwa topik utama pertemuan delegasi adalah pembentukan zona ekonomi bebas di Donbas.
"Baik Rusia maupun kami tidak senang dengan gagasan zona ekonomi bebas. Kami memiliki pandangan yang berbeda tentang masalah ini. Dan kesepakatannya adalah: mari kita kembali berdiskusi pada pertemuan berikutnya tentang bagaimana bentuknya nanti," kata Zelensky, Rabu (11/2/2026).
Dia menekankan bahwa ini adalah wilayah Ukraina, jadi otoritas Ukraina-lah yang seharusnya mengaturnya.
"Jika ini adalah wilayah kita — dan ini memang wilayah kita — maka negara yang memiliki wilayah ini seharusnya yang mengaturnya," tegas presiden.
Zelensky juga mengatakan bahwa pembicaraan trilateral baru-baru ini dalam format Ukraina-AS-Rusia di Abu Dhabi berfokus pada mekanisme gencatan senjata dan bagaimana pihak Amerika dapat memantaunya.
Namun, katanya, tim negosiasi tidak dapat mencapai kesepakatan akhir mengenai detailnya tanpa keputusan politik di tingkat tertinggi.
"Rusia memiliki satu rumusan, kita memiliki rumusan lain, Amerika memiliki rumusan ketiga. Ada pemahaman bahwa akan ada pemantauan, tetapi ada juga pemahaman bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan pada rumusan dan detailnya," jelas presiden.
Baca juga: Pejabat NATO: Pasukan Ukraina Merangsek di Zaporizhzhia Usai Pasukan Rusia Kehilangan Akses Starlink
Zelensky juga mencatat bahwa selama putaran negosiasi berikutnya, Kyiv dan Washington mungkin akan mempertimbangkan masalah perencanaan pasca-perang untuk ekonomi Ukraina.
Untuk tujuan ini, kepala Kementerian Ekonomi, Oleksiy Sobolev, akan ditambahkan ke delegasi untuk membahas "paket kemakmuran" dengan Amerika Serikat.
Pada malam sebelum pertemuan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow siap untuk kompromi dalam negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Pada saat yang sama, ia mencatat bahwa tujuan pasukan Rusia tetap tidak berubah dan tidak tunduk pada kompromi oportunistik apa pun, dikutip dari Suspilne.
Baca tanpa iklan