Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza: TNI AU Siapkan Korpasgat, Tapi Tak Ada Pilot

TNI AU menyatakan telah menyiapkan sejumlah unsur pasukannya termasuk dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Erik S

Sedangkan salah satu tugas pokok Markas Besar TNI adalah terkait penggunaan kekuatan mencakup mengkoordinasikan pengerahan pasukan.

Rencananya, mereka akan melakukan misi terkait rekonstruksi dan layanan kesehatan di Gaza.

Akan tetapi, hingga berita ini ditulis pukul 14.50 WIB, belum ada respons dari Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Aulia terkait hal tersebut.


Tunggu Perintah


Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menyatakan pemerintah akan memutuskan jumlah pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina pada akhir bulan Februari 2026.

Donny menyebut, keputusan terkait hal itu akan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap," kata Donny, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Soal Rencana Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Akan Kirim Satuan yang Berpengalaman di UNIFIL


Punya Pengalaman

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menjelaskan TNI memiliki pengalaman penugasan di luar negeri termasuk di antaranya adalah UNIFIL.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) merupakan pasukan yang dibentuk melalui mandat Dewan Keamanan pada Maret 1978.

Pasukan itu ditugaskan untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu Pemerintah Lebanon dalam memulihkan otoritas efektifnya di wilayah tersebut.

PBB mencatat penempatan terbesar pasukan Indonesia dalam misi pasukan pemelihara perdamaian adalah di UNIFIL, setidaknya hingga 2024 lalu.

"Kita sudah punya pengalaman. Ada (prajurit yang pernah bertugas di) UNIFIL yang pernah ke sana. Satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana lah nanti yang akan kita rekrut," ujar Tandyo.

"Jadi bukan satuan-satuan yang tidak pernah tugas ke sana," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas