Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Sesumbar Kesepakatan Nuklir AS-Iran Bakal Rampung Bulan Depan

Trump optimistis kesepakatan nuklir AS-Iran tercapai dalam sebulan. Namun, tekanan militer disiapkan jika negosiasi gagal di tengah perbedaan sikap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Trump optimistis kesepakatan nuklir AS–Iran tercapai dalam sebulan, didorong kembalinya negosiasi langsung di Oman setelah jeda delapan bulan dan dukungan internasional untuk diplomasi.
  • AS siapkan tekanan jika pembicaraan gagal, termasuk peningkatan kehadiran militer di Timur Tengah sebagai sinyal keseriusan dan untuk memperkuat posisi tawar terhadap Iran.
  • Soal pengayaan uranium, sanksi ekonomi, program rudal, dan isu keamanan regional masih menjadi hambatan negosiasi Washington dan Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump optimistis kesepakatan dengan Iran terkait program nuklir dapat tercapai dalam waktu satu bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat ditanya mengenai perkembangan terbaru negosiasi antara Washington dan Teheran.

“Saya kira dalam sebulan ke depan, hal seperti itu akan terjadi dengan cepat,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Adapun optimisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran dapat tercapai dalam waktu satu bulan didorong oleh perkembangan terbaru dalam jalur diplomasi yang kembali dibuka setelah sempat terhenti berbulan-bulan.

Trump menilai momentum negosiasi saat ini cukup kuat karena kedua negara telah kembali ke meja perundingan melalui pertemuan di Oman pada pekan lalu.

Pembicaraan tersebut menjadi yang pertama sejak ketegangan militer pada Juni 2025 silam dan menandai berakhirnya masa jeda sekitar delapan bulan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kembalinya dialog langsung ini dipandang Washington sebagai sinyal bahwa Teheran masih membuka ruang kompromi, sehingga proses perundingan dinilai dapat bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Selain faktor diplomasi, optimisme Trump juga dipengaruhi oleh dukungan dari sekutu regional dan mitra internasional untuk menjaga jalur diplomasi tetap berjalan.

Sejumlah negara Timur Tengah sebelumnya mendorong Washington agar tidak membatalkan pembicaraan dengan Iran dan tetap mengejar solusi damai.

Dukungan tersebut memperkuat keyakinan bahwa kesepakatan masih memiliki peluang realistis jika negosiasi dilanjutkan secara intensif dengan tujuan menghindari dampak yang lebih besar.

Tekanan Militer Tetap Disiapkan Jika Negosiasi Gagal

Lebih lanjut Trump menegaskan bahwa Washington tidak hanya mengandalkan jalur diplomasi dalam perundingan nuklir dengan Iran, tetapi juga tetap membuka opsi peningkatan tekanan jika pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan.

Baca juga: AS Bersiap Kirim Kapal Induk Kedua ke Iran, Profil USS George HW Bush yang Bisa Angkut 56 Pesawat  

Dalam pernyataannya, Trump mengingatkan bahwa kegagalan negosiasi dapat membawa konsekuensi serius bagi Teheran.

Ia bahkan menyinggung serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu sebagai gambaran tindakan yang bisa kembali terjadi apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemerintah AS saat ini menggabungkan dua pendekatan sekaligus, yakni diplomasi dan tekanan.

Di satu sisi, Washington terus melanjutkan pembicaraan untuk mencari solusi damai. Namun di sisi lain, Amerika juga memperkuat posisi militernya sebagai bentuk peringatan agar Iran menunjukkan keseriusan dalam negosiasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas