Sebut Berkas Epstein Mengerikan, Hillary dan Bill Clinton Siap Bersaksi di Hadapan Kongres AS
Hillary Clinton sebut berkas Epstein "mengerikan" di Forum Munich. Ia & Bill Clinton siap bersaksi di depan DPR AS akhir bulan ini.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Skandal Epstein Files kini tengah menjadi sorotan.
- Hillary Clinton menilai, isi Epstein Files mengandung informasi yang "sangat mengkhawatirkan dan benar-benar mengerikan."
- Komentar ini, muncul di tengah gejolak skandal di Eropa yang melibatkan anggota keluarga kerajaan dan pejabat.
TRIBUNNEWS.COM - Skandal Epstein Files masih belum mereda.
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, memberikan pernyataan tegas terkait dokumen penyelidikan Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman akhir bulan Januari 2026 kemarin.
Di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman, Sabtu (14/2/2026), Clinton menyebut, isi berkas tersebut mengandung informasi yang "sangat mengkhawatirkan dan benar-benar mengerikan."
Mengutip laporan dari CNN, Hillary menekankan pentingnya transparansi penuh agar publik dapat melihat fakta yang ada dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat jika diperlukan.
Meski demikian, ia mencatatkan bahwa keberadaan nama seseorang dalam berkas tersebut tidak secara otomatis membuktikan adanya tindak pidana.
"Ini mengerikan, dan kami berharap akan terus ada rilis berkas setiap harinya," ujar Clinton saat menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai bagaimana skandal ini memengaruhi persepsi terhadap nilai-nilai Barat.
Komentar ini muncul di tengah gejolak skandal di Eropa yang melibatkan sejumlah anggota keluarga kerajaan dan pejabat pemerintah.
Persiapan Kesaksian di Hadapan Kongres
Terkait keterlibatan nama suaminya, mantan Presiden Bill Clinton, dalam berkas tersebut, pasangan ini dijadwalkan untuk memberikan keterangan di hadapan Komite Pengawasan DPR AS pada akhir Februari 2026.
Baca juga: Skandal Epstein Files: Pengacara Top Goldman Sachs Kathy Ruemmler Resmi Mengundurkan Diri
Dilansir The Times of India, Hillary dijadwalkan hadir pada 26 Februari, disusul oleh Bill Clinton sehari setelahnya.
Kesaksian ini menandai momen bersejarah karena merupakan kali pertama seorang mantan presiden hadir di hadapan Kongres sejak Gerald Ford pada tahun 1983.
Sebelumnya, tim hukum keluarga Clinton telah menyetujui persyaratan komite untuk menghindari ancaman tuntutan atas penghinaan kriminal terhadap Kongres.
Soroti Keamanan Perbatasan dan Nilai Barat
Selain membahas kasus Epstein, Hillary Clinton juga berbicara dalam panel bertajuk "Perpecahan Barat-Barat".
Dilansir The Economic Times, ia mengambil pendekatan yang lebih tegas terkait keamanan perbatasan dan migrasi.
Ia menyatakan bahwa perdebatan tentang migrasi adalah hal sah, namun perlu diperbaiki dengan cara yang manusiawi melalui perbatasan yang aman tanpa menyiksa orang.
Baca tanpa iklan