Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Imbalan Ikut Perang Rusia, Korea Utara Beri Rumah untuk Keluarga Tentara yang Tewas

Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Imbalan Ikut Perang Rusia, Korea Utara Beri Rumah untuk Keluarga Tentara yang Tewas
Foto oleh Kristina Kormilitsyna/Rossiya Segodnya/Kremlin
PUTIN KUNJUNGI DPRK - Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia pada Senin (23/6/2025), memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat di foto) di Pyongyang pada 18 Juni 2024. - Kim Jong Un memberikan hadiah apartemen untuk keluarga tentara Korea Utara yang tewas dalam membantu perang Rusia melawan Ukraina. 

Ukraina menyebut pertemuan tersebut produktif dan menunjukkan kemajuan. 

Pada 24 Desember, Duta Besar AS untuk NATO menyampaikan bahwa beberapa dokumen dibahas untuk mengukur kesiapan Rusia mengakhiri perang

Empat hari kemudian, Zelensky bertemu Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago dan menyepakati rencana perdamaian yang disebut telah 90 persen rampung, termasuk jaminan keamanan. 

Rusia turut meninjau dokumen tersebut, namun belum memberikan persetujuan tegas.

Pembicaraan trilateral antara Ukraina, AS, dan Rusia kemudian berlangsung pada 23–24 Januari di Abu Dhabi, dilanjutkan negosiasi pada 4–5 Februari yang membahas mekanisme gencatan senjata dan pemantauan penghentian konflik. 

Isu utama yang tetap krusial adalah wilayah Donetsk dan Luhansk. Putaran berikutnya dijadwalkan pada 17–18 Februari di Jenewa, dengan kemungkinan membahas gencatan senjata sektor energi. 

Menjelang pertemuan tersebut, Zelensky juga berkonsultasi dengan perwakilan Presiden AS guna mematangkan posisi Ukraina dalam negosiasi, lapor Suspilne.

  • Zelenskyy: Ukraina Siapkan Sanksi untuk Warga Rusia Pro Perang

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina sedang menyiapkan paket sanksi baru terhadap warga negara Rusia yang mendukung perang dan menggunakan olahraga untuk tujuan militer.

"Kami sedang menyiapkan paket sanksi baru terhadap individu-individu Rusia yang bekerja untuk perang dan menggunakan olahraga untuk kepentingan perang. Dokumen-dokumennya sudah disiapkan," kata Zelenskyy.

Zelenskyy menekankan bahwa paket pembatasan yang diterapkan Ukraina ini harus menjadi "sinyal" bagi dunia.

"Ini adalah sinyal bahwa kita tidak bisa begitu saja menutup mata terhadap dukungan terhadap agresi. Ketika warga Ukraina di Olimpiade dilarang untuk mengenang para korban agresi Rusia, ini jelas merupakan kemunduran global dari keadilan. Kita akan menegakkan keadilan. Dekrit tentang sanksi akan segera dikeluarkan," tegas Zelenskyy.

Pada 9 Februari, atlet skeleton Ukraina Vladislav Geraskevych muncul untuk latihan di lintasan Olimpiade dengan mengenakan helm "khusus". Helm tersebut memperlihatkan foto-foto atlet Ukraina yang tewas dalam serangan Rusia

Setelah latihan, Geraskevych mengatakan dalam komentar eksklusif kepada Suspilne Sport bahwa ia mengalami "masalah tertentu" karena helm tersebut.

Vladislav Geraskevych didiskualifikasi setelah pertemuan dengan Presiden IOC Kirsty Coventry. 

Presiden komite tersebut mencoba membujuk atlet skeleton Ukraina itu untuk mengubah pendiriannya tentang "helm kenangan" dan tidak memakainya di lapangan olahraga selama kompetisi itu sendiri, tetapi ia menolak.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas