Garda Revolusi Iran Memulai Latihan Militer di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Senin (16/2/2026) memulai serangkaian latihan militer di Selat Hormuz.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Iran dan AS bersiap untuk putaran pembicaraan baru di Jenewa pada Selasa besok yang dimediasi oleh Oman.
- Jelang perundingan, Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Senin (16/2/2026) memulai serangkaian latihan militer di Selat Hormuz.
- Garda Revolusi bersiap menghadapi "potensi ancaman keamanan dan militer" di selat tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Senin (16/2/2026) memulai serangkaian latihan militer di Selat Hormuz.
Latihan perang ini digelar jelang perundingan Iran dengan Amerika Serikat di Jenewa.
Latihan perang tersebut, yang durasinya tidak disebutkan, bertujuan untuk mempersiapkan Garda Revolusi menghadapi "potensi ancaman keamanan dan militer" di selat tersebut.
Para politisi garis keras Iran telah berulang kali mengancam akan memblokir selat tersebut, jalur air strategis yang dilalui sekitar 20 persen produksi minyak dunia.
Latihan-latihan tersebut, yang diawasi oleh kepala Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) dalam bereaksi cepat, demikian dilaporkan media Iran.
Garda Revolusi adalah sayap ideologis militer Iran.
Latihan militer tersebut berlangsung saat Iran dan AS bersiap untuk putaran pembicaraan baru di Jenewa pada Selasa besok yang dimediasi oleh Oman.
Kedua negara, yang bermusuhan selama empat dekade, melanjutkan diskusi pada 6 Februari di Oman.
Ini merupakan diskusi pertama mereka sejak diplomasi terhenti Juni lalu selama perang Iran-Israel, di mana Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump, yang menekan Iran untuk mencapai kesepakatan, telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan ke wilayah tersebut yang ia sebut sebagai " armada ".
Setelah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang pengawal ke Teluk pada bulan Januari, Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa kapal induk kedua, Gerald R Ford, akan berangkat "segera" ke Timur Tengah.
Sumber: AFP
Baca tanpa iklan