Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Wanita Malaysia di Titik Nadir, Dikhianati Suami dan Hidup Sengsara di Lombok

Alih-alih merajut masa depan di Indonesia, Norida, warga Malaysia, justru menghadapi kenyataan pahit. Ia jadi korban KDRT dan suaminya nikah lagi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kisah Wanita Malaysia di Titik Nadir, Dikhianati Suami dan Hidup Sengsara di Lombok
Istimewa/Facebook Shamsul Anuar Nasarah
PEREMPUAN MALAYSIA TERLANTAR - Norida Akmal Ayob (berjaket kuning) saat tiba di i Terminal 2 Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA2) pada Sabtu (14/2/2026) lalu. Ia dipulangkan ke Malaysia karena hidup susah usai dinikahi peria Lombok. 

Ringkasan Berita:
  • Norida Akmal Ayob (45), warga malaysia menikah dengan pria Indonesia. Mereka tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat
  • Selama menikah Norida jadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Ia juga diceraikan karena suaminya menikah lagi dengan wanita lain
  • Ia bertahan hidup sebagai penyapu jalan untuk membiayai kebutuhan hidup dirinya dan anak

 

TRIBUNNEWS.COM - Delapan belas tahun adalah waktu yang cukup bagi seseorang untuk merasa terlupakan oleh tanah airnya.

Namun, bagi Norida Akmal Ayob (45), negara justru hadir di saat titik nadir hidupnya hampir memuncak.

Setelah hampir dua dekade terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kekerasan di Lombok, Indonesia, ia akhirnya dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia.

Kisah kepulangan Norida menjadi bukti nyata betapa kehadiran negara mampu menembus batas teritorial demi menyelamatkan satu nyawa warganya yang kesusahan.

Baca juga: Pakar Australia Ragukan RI Mampu Operasikan Kapal Induk, Khawatir Perlombaan Senjata dengan Malaysia

Mimpi Buruk di Dusun Bajo Semua bermula pada Ramadhan 2007.

Rekomendasi Untuk Anda

Norida, yang kala itu penuh harapan, memutuskan mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) untuk menetap di Lombok

Alih-alih merajut masa depan, Norida justru menghadapi kenyataan pahit.

Suaminya mulai menunjukkan sifat tempramental, tendangan dan pukulan menjadi "makanan" sehari-harinya.

"Setelah belasan tahun terpaksa menahan rasa sakit akibat didera suami, saya bersyukur bisa kembali ke kampung halaman," ujar Norida, sebagaimana dikutip dari Harian Metro.

Puncak penderitaannya terjadi saat sang suami memilih menikah lagi dan menelantarkannya dalam kondisi ekonomi yang daif. Mereka bercerai.

Tanpa telepon genggam, tanpa akses komunikasi ke luar negeri, Norida bertahan hidup sebagai petugas kebersihan atau tukang sapu jalanan di Dusun Bajo demi memberi makan anak-anaknya.

Kehadiran negara mulai dirasakan Norida ketika keluarganya di Kampung Bukit Sapi, Lenggong, Malaysia, berhasil melacak keberadaannya melalui media sosial.

Kabar ini sampai ke telinga Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah.

Tak sekadar memberikan bantuan administrasi, pemerintah Malaysia mengambil langkah konkret. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas