Rusia Sebut Barat Bajak Laut, Ancam Terabas Blokade dan Penahanan Kapal Tanker
Angkatan Laut Rusia akan menggagalkan setiap upaya negara-negara Barat untuk memberlakukan blokade laut terhadap Moskow
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Rusia menyatakan siap menggagalkan blokade laut Barat setelah penahanan tanker di Mediterania yang disebut sebagai “pembajakan”.
- Nikolay Patrushev menilai langkah Barat menargetkan perdagangan Rusia dan dibahas dalam Munich Security Conference.
- Moskwa menyiapkan respons diplomatik dan militer serta memperkuat armada hingga 2050.
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Laut Rusia akan menggagalkan setiap upaya negara-negara Barat untuk memberlakukan blokade laut terhadap Moskow.
Pernyataan tegas itu disampaikan Asisten Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolay Patrushev, dalam wawancara dengan surat kabar Rusia Argumenty i Fakty, Selasa (waktu setempat).
Patrushev menyebut penahanan kapal tanker minyak Rusia oleh Angkatan Laut Prancis di perairan Mediterania Barat pada 22 Januari sebagai tindakan yang “pada dasarnya bersifat pembajakan”.
Kapal tanker bernama Grinch tersebut diketahui berlayar dari Murmansk ketika dicegat otoritas Prancis.
Pihak berwenang Barat menduga kapal itu merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Rusia, yakni jaringan kapal yang ditengarai digunakan untuk menghindari sanksi internasional terkait konflik dan pembatasan ekonomi terhadap Moskow.
Sejak akhir 2025, tekanan terhadap armada tanker Rusia meningkat, baik melalui sanksi maupun tindakan militer terbatas.
Di kawasan Laut Hitam, Ukraina dilaporkan meningkatkan serangan terhadap kapal tanker Rusia menggunakan drone angkatan laut jenis Sea Baby.
Sejumlah kapal seperti Kairos, Virat, Dashan, Elbus, dan lainnya dilaporkan menjadi sasaran.
Pada Desember lalu, kapal tanker Qendil juga diserang drone di Laut Mediterania.
Isu pengetatan terhadap kapal-kapal Rusia turut mengemuka dalam Munich Security Conference bulan ini.
Inggris, negara-negara Baltik, dan negara-negara Skandinavia membahas kemungkinan penahanan sistematis terhadap kapal-kapal yang diduga tergabung dalam armada bayangan Rusia.
Baca juga: Negosiasi Rusia-Ukraina Memanas, Zelensky Kritik Sikap Trump
Lebih dari 600 kapal telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.
Menurut Patrushev, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Barat berupaya menyerang salah satu sektor vital ekonomi Rusia, yakni perdagangan luar negeri, dengan tujuan melumpuhkan aktivitas ekspor Moskow.
Ia memperkirakan intensitas serangan terhadap kapal dan kargo Rusia akan meningkat dalam waktu mendatang.
“Jika tidak ada respons tegas, maka Inggris, Prancis, bahkan negara-negara Baltik akan semakin berani dan mencoba memblokir akses Rusia ke laut, setidaknya di Cekungan Atlantik,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency.