Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Media Asing Soroti Sikap Indonesia yang Dukung Penuh Dewan Perdamaian, Beda dari Negara Tetangga

Sikap Indonesia yang mendukung penuh Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump, disorot oleh media asing

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington DC.
  • Indonesia menyatakan dukungan penuh dan menawarkan ribuan pasukan untuk misi Gaza.
  • Sikap Indonesia berbeda dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.


TRIBUNNEWS.COM – Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC pada Kamis (19/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump menandatangani komitmen penggalangan dana bersama para pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.

Mengutip Viory, Dewan Perdamaian memiliki lebih dari 20 anggota, banyak di antaranya berasal dari negara-negara Global South, sementara sejumlah negara Eropa menolak undangan Trump.

Dewan tersebut diresmikan oleh Presiden AS di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 15 Januari 2026.

Dewan Perdamaian awalnya dibentuk untuk mengawasi implementasi gencatan senjata di Gaza.

Namun, pekan ini Trump menegaskan bahwa peran dewan tersebut dapat meluas ke penyelesaian konflik lain, serupa dengan peran PBB dalam menjaga perdamaian dunia.

Sikap Indonesia Disorot Media Asing

Rekomendasi Untuk Anda

Media asing ForeignPolicy.com menyoroti sikap Indonesia yang sepenuhnya mendukung badan yang dibentuk oleh Donald Trump tersebut.

Foreign Policy merupakan majalah berita internasional asal Amerika Serikat yang berfokus pada hubungan internasional, kebijakan luar negeri, geopolitik, ekonomi global, dan keamanan.

Dalam artikel yang terbit pada 18 Februari 2026, Foreign Policy menulis, “Why Indonesia Is All-In on Trump’s Board of Peace – Some Other Southeast Asian Countries Are Steering Clear”, yang jika diterjemahkan menjadi, “Mengapa Indonesia Sepenuhnya Mendukung Dewan Perdamaian Trump, Sementara Negara Asia Tenggara Lainnya Menjauh.”

Baca juga: Momen Trump Puji Prabowo saat Rapat Perdana Dewan Perdamaian: Saya Tidak Mau Melawannya

DISOROT MEDIA ASING - Tangkap layar sebuah artikel yang terbit di Foreign Policy pada 18 Februari 2026
DISOROT MEDIA ASING - Tangkap layar sebuah artikel yang terbit di Foreign Policy pada 18 Februari 2026 (tangkapan layar)

Penulis menyoroti keikutsertaan Indonesia sebagai kasus menarik karena negara-negara tetangga Indonesia memilih untuk menjauh dari badan tersebut.

Indonesia juga menawarkan hingga 8.000 tentara untuk menjadi pasukan perdamaian di Gaza.

Sekitar 1.000 di antaranya akan siap dikerahkan pada April, sementara sisanya direncanakan pada Juni.

“Prabowo berkeinginan membangun citra Indonesia di panggung dunia dan melihat misi perdamaian sebagai jalan menuju tujuan tersebut,” tulis Foreign Policy.

“Pada 2022, saat menjabat sebagai menteri pertahanan, ia bahkan menawarkan rencana perdamaian untuk Ukraina.”

“Tawaran pasukan penjaga perdamaian Indonesia untuk berbagai konflik menjadi inti pidatonya di Majelis Umum PBB tahun lalu.”

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas