Demi Konten dan Iklan, Influencer China Siarkan Detik-Detik Kritis Persalinan Istri
Influencer China tuai kecaman usai menyiarkan persalinan istri yang berujung darurat medis, bahkan menyisipkan iklan di tengah krisis
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Influencer China “Paul in USA” dikecam setelah menyiarkan persalinan istrinya yang berujung darurat medis dan pendarahan hebat
- Ia bahkan menyisipkan iklan di tengah proses penyelamatan, memicu tudingan eksploitasi demi keuntungan
- Akun miliknya akhirnya diblokir, sementara publik memperdebatkan batas etika konten dan privasi keluarga
TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - Ambisi konten kembali memicu kontroversi di China.
Seorang kreator dengan lebih dari 12 juta pengikut dikecam setelah menjadikan ruang bersalin istrinya sebagai siaran publik, bahkan ketika situasi berubah menjadi darurat medis.
Influencer yang dikenal sebagai Paul in USA itu merekam proses persalinan selama 23 jam penuh.
Dikutip dari SCMP, dalam tayangan yang kemudian dihapus, terlihat sang istri mengalami robekan perineum tingkat tiga serta pendarahan hebat hingga kehilangan lebih dari tiga liter darah.
Momen-momen ketika tim medis melakukan tindakan penyelamatan pun tetap direkam.
Ironisnya, di tengah situasi genting tersebut, ia menyelipkan promosi produk popok dan membacakan naskah iklan secara langsung.
Baca juga: Influencer di Lampung Jadi Korban Pemerkosaan Dua Pemuda, Selamat Usai Pura-pura Mati
Langkah itu memicu kemarahan luas, karena dianggap memanfaatkan penderitaan pasangan demi trafik dan keuntungan finansial.
Pria kelahiran 1990 itu merupakan lulusan Columbia University dan pernah bekerja sebagai manajer produk di Microsoft sebelum beralih menjadi kreator konten berbasis di Seattle.
Sejak 2019, ia populer lewat citra profesional teknologi yang berbicara dengan dialek khas Timur Laut China.
Berdasarkan data platform Xingtu, tarif promosi yang dipasang Paul mencapai 250.000 yuan atau Rp610 juta lebih untuk video berdurasi 1–20 detik dan bisa lebih tinggi untuk durasi lebih panjang.
Tidak diketahui berapa besar pendapatan yang diperolehnya dari iklan tersebut.
Pada 10 Februari, istrinya membela keputusan mereka melalui media sosial.
Ia menyatakan niat awal mereka adalah mendokumentasikan proses persalinan secara autentik dan tidak menyangka akan terjadi komplikasi.
Menurutnya, sebagian orang merasa video itu membantu memahami risiko dan ketidakpastian dalam proses melahirkan.
Baca tanpa iklan