Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakistan Masih Tunda Keputusan soal Pengiriman Pasukan ke ISF

Pakistan tidak termasuk di antara lima negara yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pakistan Masih Tunda Keputusan soal Pengiriman Pasukan ke ISF
BPMI Setpres
DEWAN PERDAMAIAN - Pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum resmi peluncuran mekanisme internasional Board of Peace sebagai platform kolaborasi global untuk mendukung stabilisasi kawasan konflik dan pemulihan pascakonflik, terutama di Gaza. 

Ringkasan Berita:
  • Pakistan tidak termasuk lima negara yang berkomitmen mengirim pasukan ke International Stabilization Force (ISF) di Gaza karena mandat misi belum jelas. 
  • Islamabad hanya bersedia ikut misi penjaga perdamaian, tetapi menolak jika mencakup pelucutan senjata atau demiliterisasi.
  • Donald Trump menjanjikan dana 10 miliar dolar AS untuk BOP serta menggalang dukungan negara-negara lain. 
  • Beberapa donor seperti Qatar, Arab Saudi, & Uni Emirat Arab juga menjanjikan miliaran dolar untuk rekonstruksi Gaza.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPakistan tidak termasuk di antara lima negara yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk International Stabilization Force (ISF) di Gaza, yang dibentuk untuk mengamankan zona rekonstruksi dan mendukung pemerintahan pascakonflik di wilayah tersebut.

Dikutip dari Dawn, Senin (23/2/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026, menjanjikan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan menyatakan bahwa sejumlah negara mayoritas Muslim telah menawarkan pendanaan serta pasukan bagi Gaza dalam pertemuan perdana forum tersebut di Washington.

Trump mengumpulkan sekutu dari berbagai negara, termasuk sejumlah pemimpin dari negara berkembang, dalam pertemuan Dewan Perdamaian.

 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita akan membantu Gaza. Kita akan memperbaikinya. Kita akan membuatnya sukses,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa model tersebut dapat diterapkan di wilayah konflik lainnya.

“Kita akan menciptakan suasana damai, dan kita akan melakukan hal-hal seperti itu di tempat lain,” ujarnya.

Janji pengerahan pasukan

Dewan Perdamaian dibentuk setelah pemerintahan Trump, bersama Qatar dan Mesir, menegosiasikan gencatan senjata pada Oktober 2025 untuk menghentikan konflik Israel di Gaza yang berlangsung selama dua tahun.

Fase kedua dari rencana perdamaian tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas.

Maroko menjadi negara Arab pertama yang menyatakan kesiapan mengirim polisi dan petugas untuk bergabung dalam ISF.

Selain itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengatakan Albania, Indonesia, Kazakhstan, dan Kosovo juga telah berkomitmen mengirimkan pasukan. Ia juga mengumumkan bahwa seorang perwira Indonesia akan menjabat sebagai Wakil Panglima pasukan tersebut.

Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 tentara, hampir setengah dari total 20.000 personel yang dibutuhkan untuk misi tersebut.

Trump juga memuji Presiden RI Prabowo Subianto, yang hadir dalam pertemuan tersebut, dan menyebutnya sebagai sosok yang tangguh.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas