Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Negosiasi, Zelenskyy: Rusia Hanya Main-main, Putin Tak Serius

Soal negosiasi, Presiden Ukraina Zelenskyy menyebut Rusia hanya bermain-main dan Putin tak berniat mengakhiri perang tanpa konsesi wilayah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti

"Amerika harus menghentikan Rusia, bukan mencoba menyenangkan mereka," kata Zelenskyy, mengomentari pembicaraan Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina pecah secara terbuka pada 24 Februari 2022. Saat itu, Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah kota penting di Ukraina. Dentuman artileri dan laju tank di kawasan Eropa Timur menjadi penanda dimulainya fase baru dari konflik yang sebenarnya sudah lama memanas.

Akar ketegangan kedua negara bisa ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina perlahan mendekat ke Barat dengan membangun hubungan yang lebih erat bersama Uni Eropa dan Amerika Serikat. Perubahan arah politik ini dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan.

Situasi memanas pada 2014 ketika demonstrasi besar yang dikenal sebagai Revolusi Maidan mengguncang Kyiv. Pergantian pemerintahan yang dianggap lebih pro-Barat memicu reaksi cepat dari Moskow. Rusia kemudian mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Sejumlah upaya diplomasi sempat dilakukan, namun tidak mampu menghadirkan perdamaian yang bertahan lama. Ketegangan akhirnya mencapai puncaknya ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh pada Februari 2022.

Rusia menyatakan langkah tersebut untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas dan mencegah perluasan NATO. Namun, invasi itu menuai kecaman luas dari komunitas internasional. Amerika Serikat dan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, sekaligus meningkatkan dukungan militer dan bantuan keuangan bagi Ukraina.

Di tengah perang yang masih berlangsung, berbagai upaya perundingan terus dilakukan, dengan AS sebagai penengah yang mendorong Rusia-Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Rusia Masih Gencar Mengekspor Minyak

Para peneliti mengatakan ekspor minyak Rusia turun tahun lalu, tetapi negara itu masih mengekspor volume yang lebih tinggi daripada sebelum invasi Ukraina tahun 2022.

Volume ekspor minyak mentah Rusia tetap enam persen di atas level sebelum invasi pada tahun keempat perang, meskipun ada sanksi Barat yang bertujuan untuk mengekang "armada bayangan" Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi Barat, menurut laporan dari Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (Crea), sebuah lembaga think tank Finlandia. 

Namun, pendapatan minyak – yang membiayai kas perang Moskow – telah turun di bawah level sebelum invasi, karena Rusia terpaksa menerapkan diskon harga, kata laporan tersebut pada hari Selasa (24/2/2026). 

“Kami telah melihat penurunan signifikan dalam pendapatan ekspor bahan bakar fosil Rusia sebagai akibat dari langkah-langkah baru dan penegakan yang lebih ketat,” kata Isaac Levi, analis Crea dan salah satu penulis laporan tersebut. 

“Masih ada celah dan area signifikan yang belum ditangani oleh negara-negara yang memberlakukan sanksi, sehingga volume tetap tinggi," lanjutnya.

  • Para Pemimpin Negara Eropa Tuduh Hongaria Sabotase Dukungan untuk Ukraina

Para pemimpin Eropa menuduh Hongaria menyabotase dukungan untuk Ukraina menjelang peringatan keempat invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari ini.

Sebelumnya, Hongaria menentang memblokir langkah-langkah ekonomi baru yang direncanakan Uni Eropa terhadap Rusia

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas