Netanyahu Curhat, Akui Israel Masuki Masa Kritis dan Menegangkan Dampak Ketegangan Konflik AS-Iran
Israel siaga tinggi! Netanyahu sebut situasi kian kritis di tengah memanasnya konflik AS-Iran. Ancaman balasan dari kedua pihak bayangi Timur Tengah.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Netanyahu menyebut negaranya memasuki masa kritis akibat meningkatnya ketegangan AS–Iran yang berpotensi mengancam keamanan nasional Israel.
- Israel memperingatkan Iran akan dibalas keras jika menyerang dan dilaporkan menyiapkan opsi serangan, sambil menunggu arah kebijakan AS.
- Teheran menegaskan akan merespons “dengan ganas” jika diserang, memicu kekhawatiran konflik besar di Timur Tengah jika diplomasi gagal.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku bahwa negaranya tengah menghadapi masa kritis dan situasi keamanan yang semakin kompleks di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Kita sedang berada di masa yang sangat kompleks dan penuh tantangan. Kita tetap waspada dan siap menghadapi skenario apapun,” ujar Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam pidato singkat di hadapan parlemen Israel pada Senin (23/2/2026).
Hubungan antara Israel dan Iran telah lama berada dalam posisi saling bermusuhan. Ketegangan memuncak pada pertengahan tahun lalu ketika kedua negara terlibat konfrontasi langsung dalam perang singkat selama 12 hari yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Dalam konflik tersebut, militer Israel menargetkan sejumlah fasilitas nuklir serta infrastruktur rudal balistik milik Iran. Serangan itu disebut sebagai upaya untuk melemahkan kapasitas strategis Teheran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal ke wilayah Israel, memperluas eskalasi menjadi serangan terbuka antarnegara.
Pada fase berikutnya, Amerika Serikat turut bergabung bersama Israel dengan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran.
Keterlibatan Washington tersebut menandai peningkatan signifikan dalam konflik dan mempertegas dukungan strategis AS terhadap Israel.
Oleh karena itu pasca meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Pemerintah Israel menilai setiap eskalasi lanjutan antara Washington dan Teheran berpotensi berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan nasionalnya.
Israel memandang Iran sebagai salah satu ancaman utama, terutama karena dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, serta milisi pro-Iran lainnya.
Jika konflik terbuka antara AS dan Iran kembali terjadi, kelompok-kelompok tersebut dinilai berpotensi melakukan serangan terhadap Israel sebagai bagian dari respons regional.
Situasi inilah yang membuat dinamika hubungan AS–Iran terus menjadi perhatian serius bagi otoritas keamanan Israel.
Peringatan Keras untuk Iran
Baca juga: Rapat Trump di Ruang Situasi Gedung Putih: Bagaimana Rencana AS Menggulingkan Rezim Iran?
Mengantisipasi serangan Iran yang menargetkan fasilitas Israel, dalam pidato singkat di hadapan parlemen Netanyahu menyampaikan peringatan langsung kepada pemerintah Iran.
Ia menekankan bahwa setiap tindakan militer Iran terhadap wilayah Israel akan dibalas secara tegas dan dalam skala signifikan.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya kewaspadaan pemerintah Israel terhadap potensi eskalasi konflik, terutama di tengah dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas.
Baca tanpa iklan