Iran Tak Gentar dengan Gertakan Militer AS, Trump Malah Makin Frustrasi
Presiden AS, Donald Trump mulai frustrasi dengan sikap Iran yang tak gentar meski digertak dengan kekuatan militer penuh.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump menunjukkan rasa frustrasinya setelah Iran tak gentar dengan ancaman militer.
- Trump kini telah memerintahkan Pentagon untuk mempersiapkan opsi militer.
- Presiden AS tersebut dikabarkan merasa bahwa Iran hanya sedang "mengulur waktu" sementara mereka terus memperkaya uranium hingga mendekati level senjata nuklir.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan mulai frustrasi dengan Iran.
Bagaimana tidak, Iran kini menunjukkan rasa tak gentar meski AS telah mengirimkan alutsista canggih di Timur Tengah.
Menurut laporan CBS News, Trump kini telah memerintahkan Pentagon untuk mempersiapkan opsi militer.
Ketidaksabaran Trump muncul di tengah kebuntuan negosiasi yang dimediasi oleh pihak ketiga.
Presiden AS tersebut dikabarkan merasa bahwa Iran hanya sedang "mengulur waktu" sementara mereka terus memperkaya uranium hingga mendekati level senjata nuklir.
Dalam serangkaian pertemuan di Situation Room baru-baru ini, Trump secara terbuka mempertanyakan efektivitas sanksi ekonomi "tekanan maksimum" yang selama ini menjadi senjata utamanya.
Meski ekonomi Iran terguncang, rezim Teheran tetap menunjukkan pembangkangan militer di kawasan Teluk.
"Presiden ingin melihat hasil nyata, bukan sekadar janji perundingan yang terus tertunda."
"Ia merasa para penasihat keamanannya terlalu berhati-hati," ungkap seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya.
Desakan Trump ini menempatkan Pentagon dalam posisi sulit.
Para pemimpin militer AS dilaporkan telah mempresentasikan berbagai skenario, mulai dari serangan siber hingga serangan udara terbatas terhadap fasilitas nuklir sensitif milik Iran.
Baca juga: Jenderal Militer AS Disebut Menentang Perang dengan Iran, Trump Bantah dan Singgung Potensi Perang
Namun, Pentagon juga memperingatkan risiko eskalasi perang besar di Timur Tengah yang bisa menyeret sekutu-sekutu AS.
Para jenderal menekankan bahwa setiap tindakan militer kinetik akan memicu serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Irak, Suriah, dan wilayah Teluk lainnya.
Fokus pada Situs Nuklir Bawah Tanah
Salah satu poin utama dalam desakan Trump adalah penghancuran situs-situs pengayaan uranium bawah tanah yang dianggap sulit ditembus oleh sanksi maupun serangan siber.
Militer AS kini tengah meninjau kesiapan persenjataan "penembus bunker" tercanggih mereka untuk kemungkinan operasi ini.
Baca tanpa iklan