Antisipasi Konflik Taiwan, China Disebut Pelajari Perang Rusia Vs Ukraina
China disebut memantau secara cermat penggunaan senjata Barat dan pergerakan militer di Ukraina untuk menarik pelajaran strategis.
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Akademisi Nadia Helmy yang dikutip Modern Diplomacy menyebut Beijing mengerahkan ratusan peneliti dari afiliasi PLA, industri pertahanan, dan think tank untuk menganalisis senjata, taktik, serta teknologi Barat yang digunakan di Ukraina guna menghadapi potensi konflik dengan AS, khususnya di sekitar Taiwan.
- Sementara itu, Direktur Central Intelligence Agency William Burns menilai Beijing mengawasi perang secara ketat guna mempersiapkan skenario konflik masa depan dengan AS.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - China disebut memantau penggunaan senjata Barat dan pergerakan militer di Ukraina untuk menarik pelajaran strategis, terutama dalam menghadapi potensi konflik dengan Amerika Serikat di Asia, khususnya di sekitar Taiwan.
Profesor Madya Ilmu Politik, Fakultas Politik dan Ekonomi, Universitas Beni Suef, Mesir Nadia Helmy mengungkapkan bahwa Beijing telah mengerahkan ratusan peneliti dari universitas yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), perusahaan pertahanan milik negara, serta lembaga think tank intelijen untuk mempelajari perang tersebut.
“Para peneliti di Tentara Pembebasan Rakyat sangat ingin menganalisis berbagai jenis, teknologi, dan taktik senjata AS dan Barat di lapangan di Ukraina,” kata Helmy, dikutip dari Modern Diplomacy, Rabu (25/2/2026).
Peneliti Senior Tamu di Pusat Studi Timur Tengah (CMES) ini menilai, konflik Ukraina memberikan kesempatan unik bagi China untuk memahami secara langsung efektivitas teknologi militer Barat.
Hal ini sejalan dengan laporan lembaga think tank AS, RAND Corporation, yang sebelumnya menyebut bahwa, “perang di Ukraina memberi China wawasan berharga tentang perang modern dan kemampuan militer Barat.”
Fokus pada Senjata dan Teknologi Barat
Salah satu fokus utama China adalah efektivitas rudal Javelin, yang terbukti sangat efektif menghancurkan kendaraan lapis baja Rusia.
Para peneliti China mempelajari cara melindungi tank dan helikopter dari rudal tersebut, termasuk mengembangkan sistem pertahanan baru.
Selain itu, China juga mempelajari jaringan satelit Starlink yang digunakan Ukraina untuk komunikasi militer. Menurut laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS), Starlink secara fundamental telah mengubah komunikasi di medan perang Ukraina.
China dilaporkan sedang meneliti cara menetralkan atau bahkan menghancurkan satelit tersebut dalam konflik masa depan.
China juga mempelajari penggunaan drone murah yang efektif dalam pengintaian dan serangan.
Helmy mengatakan China melihat drone sebagai komponen penting dalam perang modern.
“China sedang mempelajari peran penting drone berbiaya rendah dalam peperangan modern,” ujarnya.
Selain itu, Beijing mempelajari kelemahan Rusia dalam perang elektronik, terutama kegagalannya melawan intelijen NATO. Pelajaran ini menjadi dasar bagi pengembangan doktrin militer China.
Dukungan Teknologi China ke Rusia
Helmy juga mengungkapkan bahwa perusahaan pertahanan milik negara China menyediakan komponen penting bagi industri militer Rusia.
Baca tanpa iklan