Investor Global Respons Kebijakan Fiskal 'Aktif dan Bertanggung Jawab' PM Takaichi
Pasar sempat goyah, tapi investor global mulai percaya pada arah fiskal PM Takaichi. Kuncinya: disiplin dan independensi BOJ
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Investor global mulai merespons positif kebijakan fiskal âaktif dan bertanggung jawabâ PM Sanae Takaichi.Â
- Sempat memicu gejolak di pasar obligasi Jepang, kekhawatiran defisit mereda usai penegasan tak ada penerbitan utang baru untuk biayai pemotongan pajak.Â
- RBC BlueBay dan Citadel menilai fokus kini bergeser ke pertumbuhan potensial, dengan sorotan pada independensi BOJ.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO â Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusung konsep âkebijakan fiskal aktif yang bertanggung jawabâ, yaitu mendorong belanja strategis guna memperkuat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal.
Lalu, bagaimana pandangan investor global terhadap arah kebijakan tersebut?
NHK mewawancarai perusahaan manajemen aset asal Inggris serta hedge fund besar dari Amerika Serikat untuk membaca respons pasar internasional.
Pasar Obligasi Sempat Bergejolak
Di pasar obligasi, kekhawatiran awal terhadap potensi pelebaran defisit akibat rencana pemotongan pajak memicu aksi jual obligasi pemerintah Jepang (JGB).
Pada akhir bulan lalu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahunâyang menjadi indikator utama suku bunga jangka panjangâsempat menyentuh level tertinggi dalam sekitar 27 tahun.
Baca juga: Alasan Kuliner Jepang Tren di Indonesia
Namun situasi berbalik setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum Majelis Rendah. Pernyataan PM Takaichi bahwa sumber pendanaan pemotongan pajak konsumsi tidak akan bergantung pada penerbitan obligasi baru membantu meredakan kekhawatiran pasar. Pembelian JGB pun kembali menguat.
RBC BlueBay: Kekhawatiran Dinilai Berlebihan
Mark Dowding, Chief Investment Officer dari RBC BlueBay Asset Management, menilai respons pasar pasca-pemilu cenderung positif.
âObligasi, saham, dan nilai tukar yen semuanya menguat. Ada momen âJepang layak dibeliâ. Pasar melihat Takaichi memiliki mandat kuat untuk melakukan reformasi, dan pernyataannya setelah pemilu memberikan rasa kepastian,â ujarnya belum lama ini.
Terkait rencana pemotongan pajak konsumsi untuk bahan panganâyang diperkirakan membutuhkan dana sekitar 5 triliun yenâDowding menilai angka tersebut kurang dari 1 persen PDB Jepang.
âKekhawatiran bahwa Takaichi tidak bertanggung jawab secara fiskal agak dibesar-besarkan. Ia berkomitmen menurunkan rasio utang terhadap PDB melalui pertumbuhan ekonomi. Pemotongan pajak konsumsi dapat menjadi dorongan positif ketika upah belum sepenuhnya mengejar kenaikan harga,â katanya.
Ia juga memperkirakan suku bunga kebijakan Bank of Japan (BOJ) dapat mendekati 1,5% pada awal tahun fiskal 2027. Menurutnya, pemerintah memahami bahwa pelonggaran moneter tidak dapat berlangsung selamanya.
Citadel: Soroti Aspek âBertanggung Jawabâ
Sementara itu, Angel Ubide, Kepala Riset Obligasi di hedge fund asal AS Citadel, menilai gejolak pasar sebelumnya terjadi karena investor lebih menyoroti aspek âaktifâ dibanding âbertanggung jawabâ.
âMengingat tingginya tingkat utang Jepang, wajar bila pasar mempertimbangkan kemungkinan volatilitas besar,â ujarnya.
Namun, ia menambahkan bahwa kebijakan saat ini tampak lebih diarahkan pada investasi untuk meningkatkan pertumbuhan potensial, bukan sekadar stimulus konsumsi jangka pendek.
Baca tanpa iklan