Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ambisi Nuklir Kim Jong Un Tak Terbendung, Terang-terangan Sindir AS

Kim Jong Un tegaskan tambah nuklir saat parade militer besar Pyongyang, kirim sinyal keras ke AS dan Korea Selatan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ambisi Nuklir Kim Jong Un Tak Terbendung, Terang-terangan Sindir AS
Tangkap layar siaran CNA
NUKLIR KOREA UTARA - Tangkapan layar yang diambil dari siaran CNA pada 2019 silam, menujukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sempat menggelar agenda tatap muka di Panmunjom. Kim Jong Un tegaskan tambah nuklir saat parade militer besar Pyongyang, kirim sinyal keras ke AS dan Korea Selatan 
Ringkasan Berita:
  • Kim Jong Un menegaskan penambahan dan perluasan kekuatan nuklir Korea Utara sebagai prioritas utama.
  • Parade militer menutup Kongres Partai Buruh dan menampilkan kesiapan militer Korut dalam berbagai sektor.
  • Hubungan Korut dengan AS dikaitkan dengan sikap Washington, sementara dialog dengan Korea Selatan ditolak.

 

TRIBUNNEWS.COM – Pemimpin Kim Jong Un menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperluas dan memperkuat program senjata nuklir sekaligus menunjukkan kekuatan militer dalam parade besar yang menutup Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Pernyataan keras itu sekaligus memberikan sinyal tegas tentang kebijakan pertahanan dan diplomasi Korut ke depan yang mengundang kekhawatiran global.

Parade militer yang digelar Rabu malam di alun-alun Kim Il Sung Square, Pyongyang, menjadi sorotan setelah pidato Kim Jong Un yang menekankan rencana peningkatan jumlah senjata nuklir serta pengembangan “sarana operasional nuklir”.

Menurut laporan kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), tujuan kebijakan ini adalah mengukuhkan status negara itu sebagai kekuatan nuklir yang siap menghadapi segala ancaman.

Kim juga menegaskan ulang sikap keras terhadap Korea Selatan, yang disebutnya sebagai “musuh paling bermusuhan”, sambil menutup pintu dialog bilateral saat ini.

“Dalam menghadapi kebijakan bermusuhan itu, kekuatan militer kami akan melakukan serangan balasan yang mengerikan terhadap setiap tindakan yang melanggar kedaulatan dan keamanan kita,” kata Kim dalam pidatonya yang dilaporkan oleh media negara, dikutip dari The Korea Times.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun retorika terhadap Korea Selatan tetap tegas, Kim Jong Un menyampaikan bahwa prospek hubungan Korut–Amerika Serikat tergantung sepenuhnya pada sikap Washington.

Khususnya jika AS mampu menarik kebijakan konfrontatifnya dan menunjukkan penghormatan terhadap status Korea Utara sebagai negara nuklir

“Jika AS menarik kebijakan konfrontasinya… tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa bergaul baik dengan AS,” ucap Kim, menurut KCNA.

Baca juga: AS dan Iran Kembali Bertemu di Jenewa Besok Kamis, Negosiasi Nuklir Jadi Agenda Krusial

Parade itu sekaligus menjadi penutup dari Kongres Partai Buruh yang menetapkan arah kebijakan nasional untuk lima tahun mendatang, termasuk diplomasi, ekonomi, dan pertahanan. 

Kehadiran militer dalam parade tidak hanya menampilkan pasukan infanteri dan unit udara, tetapi juga memperkuat citra militer yang siap menghadapi “segala keadaan”.

Di tengah momen ini, spekulasi tentang masa depan politik internal Korea Utara turut mencuat setelah putri Kim Jong Un, Kim Ju-ae, terlihat mendampingi ayahnya di acara tersebut, memperkuat pertanyaan seputar sucesssion atau pewarisan kekuasaan di masa mendatang.

Respons internasional terhadap pernyataan dan parade ini masih berkembang.

Para analis memperkirakan kebijakan nuklir yang semakin agresif akan berdampak pada ketegangan di Semenanjung Korea dan hubungan Korut dengan kekuatan besar seperti AS dan Korea Selatan, terutama jelang latihan militer bersama yang sering dipandang Pyongyang sebagai provokasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas