Lebih dari Sekadar Makan: Empat Manfaat Psikologis Makan Bersama yang Didukung Sains
Makan bersama secara rutin terbukti mengurangi kesepian dan mempererat hubungan sosial
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Makan bersama secara rutin terbukti mengurangi kesepian dan mempererat hubungan sosial
- Karena secara biologis manusia memang terprogram untuk merasa aman dalam kelompok, bukan dalam isolasi.
- Kegiatan makan bersama menciptakan lingkungan bertaruhan rendah untuk melatih kemampuan mendengarkan, bertukar cerita, dan menetapkan batasan yang berguna di berbagai aspek kehidupan.
TRIBUNNEWS.COM - Makan adalah salah satu kegiatan paling komunal yang kita lakukan. Pikirkan saja: bagaimana Anda biasanya merayakan momen spesial, mengobrol dengan teman, atau merencanakan kencan dengan pasangan? Tentu saja dengan berbagi makanan.
Namun kegiatan ini bukan sekadar tradisi atau kenyamanan praktis — ini juga baik untuk kesehatan Anda.
Bahkan, makan dan minum di meja yang sama (praktik yang dikenal sebagai "komensalitas") sangat bermanfaat sehingga kurangnya makan bersama dikaitkan dengan dampak kesehatan yang negatif.
Bukan berarti makan sendirian sesekali itu salah — hal itu justru bisa membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Namun, makan bersama orang lain secara rutin memiliki manfaat nyata bagi kesehatan mental, baik itu dalam bentuk pesta makan malam bulanan maupun kopi mingguan bersama teman.
Mengutip Real Simple, berikut adalah manfaat-manfaat tersebut menurut para terapis.
Baca juga: Bukan Soal Disiplin: Lima Penyebab Tersembunyi Insomnia yang Diabaikan Sains Selama Ini
Mengurangi Kesepian
Meski semua jenis aktivitas sosial dapat membantu mengurangi kesepian, ada sesuatu yang istimewa dari makan bersama.
"Makan bersama bisa membuat sosialisasi terasa lebih alami dan tidak dipaksakan. Anda bisa memasak bersama, membawa sesuatu ke pesta potluck, mencoba restoran baru, atau berbagi hidangan di meja," ungkap Chloë Bean, LMFT, terapis trauma somatik.
"Pengalaman bersama yang kecil ini membantu orang merasa lebih diterima, dan juga menciptakan kenangan bersama yang dapat mengurangi perasaan terisolasi dari waktu ke waktu."
Hal ini berdampak besar bagi kesehatan secara keseluruhan.
"Manusia secara biologis terprogram untuk terhubung," kata Bean. "Secara historis, menjadi bagian dari sebuah kelompok meningkatkan peluang bertahan hidup kita, sementara sendirian bisa berarti bahaya atau kerentanan. Karena itu, sistem saraf dapat menafsirkan isolasi kronis sebagai stres atau tidak aman pada level biologis yang lebih dalam."
Makan bersama dapat membantu melembutkan efek ini, membuka jalan bagi kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. Sebuah studi menemukan hubungan antara berbagi makanan dengan kebahagiaan serta tingkat stres yang lebih rendah.
Sebuah tinjauan ilmiah juga mencatat bahwa berbagi makanan dapat mengatasi isolasi sosial dan kesepian pada orang tua, sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka.
Mempererat Hubungan Sosial