Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Pakar Ungkap Dampak Mengerikan Kerja Sama India-Israel bagi Pakistan
Kunjungan PM India Narendra Modi ke Israel dinilai memperkuat aliansi militer dan teknologi yang berpotensi mengubah peta keamanan Pakistan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel memperkuat kerja sama strategis dengan pemerintah Benjamin Netanyahu di bidang militer dan teknologi.
- Analis menilai kemitraan ini dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di Asia Selatan dan menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi Pakistan.
- India juga disebut berpotensi memperoleh teknologi pertahanan canggih seperti Iron Beam dan Iron Dome.
TRIBUNNEWS.COM - Dunia internasional kini menyoroti kunjungan bersejarah Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Israel yang diyakini akan mengubah peta kekuatan militer di Asia Selatan secara drastis.
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (25/2/2026) ini disambut hangat oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menandai penguatan aliansi strategis "segi enam" yang menempatkan India sebagai poros utama di kawasan.
Mengutip laporan dari Al Jazeera, kedekatan New Delhi dan Tel Aviv ini bukan sekadar diplomasi biasa, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas keamanan Pakistan yang selama ini bersitegang dengan India.
Para analis menyebut bahwa kerja sama ini akan membuka keran ekspor perangkat keras militer canggih yang sebelumnya dibatasi, termasuk teknologi laser energi tinggi Iron Beam.
Dikutip dari BBC News, India merupakan pembeli senjata terbesar Israel dengan nilai transaksi mencapai 20,5 miliar dolar AS sepanjang tahun 2020 hingga 2024.
Mantan duta besar Pakistan untuk China, Masood Khalid, melansir kekhawatiran bahwa teknologi militer Israel, seperti drone tempur, telah terbukti digunakan India dalam konflik udara melawan Pakistan pada Mei 2025 lalu.
“Kita telah melihat bagaimana drone Israel beroperasi melawan kita tahun lalu,” kata Khalid.
“Penguatan kerja sama di bidang kecerdasan buatan dan keamanan siber adalah ancaman serius bagi Pakistan,” tegasnya.
Baca juga: Trump Melunak, Pangkas Tarif Impor India Jadi 18 Persen setelah Modi Setop Borong Minyak Rusia
Pakar geopolitik Umer Karim memandang hubungan strategis antara India dan Israel kini semakin penting bagi kedua negara.
“Jelas bahwa India telah menjalin kemitraan strategis dengan Israel, dan hubungan ini menjadi semakin penting ketika kedua pemerintah menghadapi kritik internasional,” kata Karim kepada Al Jazeera.
Pakistan, sebagai satu-satunya negara mayoritas Muslim pemilik senjata nuklir, dianggap menjadi target utama dalam potensi berbagi intelijen antara badan mata-mata India RAW dan badan intelijen Israel Mossad.
Kekhawatiran Islamabad semakin memuncak seiring rencana India untuk memproduksi lokal sistem pertahanan rudal Iron Dome guna membentengi wilayahnya dari potensi serangan balasan.
Meski demikian, para diplomat Pakistan kini berupaya memperkuat benteng pertahanan melalui kerja sama keamanan dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Pertemuan Modi dan Netanyahu di parlemen Israel, Knesset, mempertegas bahwa India kini berdiri teguh bersama Israel dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara.
Hingga saat ini, Islamabad terus memantau setiap perkembangan kerja sama militer antara India dan Israel yang dinilai dapat memengaruhi keseimbangan keamanan di kawasan Asia Selatan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan