Wilayah Iran yang Dirudal Israel Bertambah, 6 Kota Jadi Sasaran
Serangan Israel meluas ke 6 kota Iran, AS akui terlibat. Iran balas rudal, sirene meraung di Israel. Konflik kian panas, risiko perang menguat.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Eskalasi konflik Iran–Israel memanas setelah Israel meluncurkan rudal ke enam kota di Iran, yakni Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta tambahan Lorestan dan Tabriz.
- Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi militer Amerika turut serta dalam serangan gabungan bersama Israel. Pernyataan itu menandai keterlibatan langsung Washington dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Iran meluncurkan rudal balasan ke Israel hingga sirene peringatan meraung di berbagai wilayah.
TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi konflik Iran–Israel kian memanas, usai serangan rudal yang dilancarkan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan meluas ke enam kota di Iran.
Setelah sebelumnya menghantam Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah, kini dua wilayah tambahan, yakni Lorestan dan Tabriz, disebut menjadi target terbaru.
Laporan dari Fars News Agency menyebutkan suara ledakan keras terdengar di sejumlah titik strategis.
Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari lokasi yang diduga terkena dampak serangan.
Infrastruktur jalan dan beberapa fasilitas penting dilaporkan mengalami kerusakan, meski otoritas Iran belum merinci tingkat kehancuran maupun jumlah korban.
Televisi pemerintah Iran juga menayangkan gambar asap hitam pekat dari area terdampak. Situasi di lapangan digambarkan mencekam, dengan aparat keamanan dan tim darurat bergerak cepat mengamankan lokasi serangan.
AS Akui Terlibat dalam Serangan ke Iran
Serangan Israel ke Iran tidak berlangsung sendiri. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa militer AS turut terlibat dalam operasi gabungan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial, tak lama setelah serangan dimulai.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer skala besar untuk menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” ujar Trump, mengutip dari Al Jazeera.
Ia juga menyinggung kepemimpinan Iran di bawah Ali Khamenei yang disebutnya selama puluhan tahun mengancam stabilitas dan kepentingan Amerika.
Baca juga: Kedubes Iran Harap Pemerintah dan Rakyat Indonesia Kecam Serangan Israel dan Amerika Serikat
Pernyataan ini menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam konflik yang sebelumnya dipandang sebagai operasi militer Israel semata.
Konfirmasi tersebut menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran Gempur Balik, Sirene Meraung di Israel
Tak lama setelah serangan terjadi, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balasan ke arah Israel. Sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah sebagai tanda potensi ancaman udara.
Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan dari Iran telah terdeteksi menuju wilayah Israel.
Militer segera menginstruksikan warga untuk masuk ke tempat perlindungan dan mengikuti arahan Komando Pertahanan Dalam Negeri.
“Angkatan Udara Israel saat ini beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan,” demikian pernyataan resmi IDF.
Militer juga mengingatkan bahwa sistem pertahanan udara tidak sepenuhnya kedap terhadap semua ancaman, sehingga warga diminta tetap waspada.
Sirine yang meraung di berbagai penjuru negara memperlihatkan respons cepat otoritas Israel dalam menghadapi kemungkinan serangan balasan. Sebelumnya, pemerintah Israel telah menetapkan status darurat sebagai langkah antisipasi eskalasi konflik.
Memanasnya konflik Israel dan Iran meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Eskalasi militer ini berpotensi menyeret aktor-aktor lain di Timur Tengah dan memperburuk stabilitas kawasan.
Selain dampak keamanan, konflik Iran–Israel juga berisiko mempengaruhi ekonomi global. Timur Tengah merupakan jalur utama distribusi energi dunia.
Gangguan terhadap pasokan minyak atau jalur pelayaran strategis dapat memicu lonjakan harga energi dan menekan perekonomian internasional.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Iran dan Israel masih berkembang cepat. Dunia terus memantau perkembangan terbaru sambil mendorong upaya diplomatik guna mencegah konflik terbuka yang lebih luas dan berkepanjangan.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.