Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
Live
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Eks Dubes RI: Kematian Khamenei Tak akan Buat Rezim Iran Bubar

Eks Dubes RI Dian Wirengjurit menyebut, kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tak akan menyebabkan rezim Iran bubar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel-Amerika Serikat (AS).
  • Meski begitu, Dubes RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit menyebut, kematian Khamenei tidak akan menyebabkan rezim Iran bubar.
  • Menurut Dian, Dewan Pakar Iran yang terdiri dari sejumlah ayatullah akan menentukan pengganti Khamenei.

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit menyebut, kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tak akan menyebabkan rezim Iran bubar.

"Dengan terbunuhnya Ayatullah Ali Khamenei tidak berarti dengan sendirinya rezim Islam Iran bubar. Tidak berarti akan ada pergantian pemimpin Iran dengan seorang berasal dari luar entitas Islam Iran," tutur Dian dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Minggu (1/3/2026).

Menurut Dian, Dewan Pakar Iran yang terdiri dari sejumlah ayatullah akan menentukan pengganti Khamenei.

"Sekarang yang pasti bekerja adalah Dewan Pakar-nya Iran yang terdiri dari tujuh orang ayatullah senior untuk menentukan penggantinya. Selama ini proses semua sistem tetap berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC akan tetap berada dalam kondisi siap bertempur dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dian juga menilai, kematian Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tadinya membayangkan perang kali ini juga tidak akan lama karena sekadar uji coba. Tapi buat saya dengan kejadian konfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, ceritanya agak berubah lagi bahwa perang mungkin lebih lama karena pasti Iran lebih mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada di berbagai front untuk lebih diarahkan kepada sasaran-sasaran yang lebih tertuju."

"Sehingga perang mungkin akan lebih lama, tapi yang pasti tetap akan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi," ucap Dian.

Sikap Presiden Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pembunuhan terhadap Ayatullah Ali Khamenei.

Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamanei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Ia menyebut, kematian Khamenei akan menjadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. 

Baca juga: Lebih 200 Warga Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS, Garda Revolusi: Balasan Terkuat Segera Datang

Menurutnya, Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad. Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataannya yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran.

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah." 

"Darah suci pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, pada Minggu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas