Drone Serang Pangkalan Militer AS di Baghdad, Terdengar 4 Ledakan, Tampak Asap Membumbung Tinggi
Pangkalan militer AS dekat Bandara Baghdad diserang drone. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Ledakan mengguncang pangkalan militer Amerika Serikat di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Minggu (1/3/2026) hingga Senin (2/3/2026) dini hari.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap membumbung dari dalam Pangkalan Victoria yang berada di area bandara tersebut.
Melansir Al Jazeera, rekaman yang telah diverifikasi menunjukkan asap tebal naik dari kawasan pangkalan militer AS setelah serangkaian ledakan terdengar di sekitar lokasi.
Dua Drone Targetkan Pangkalan Victoria
Media Irak melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan dua drone yang menargetkan Pangkalan Victoria.
Dilansir dari Anadolu Agency, satu drone dilaporkan jatuh di dalam area operasi khusus pangkalan, sementara drone lainnya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat.
Baca juga: Baghdad Mencekam! Irak Perketat Keamanan di Kedutaan AS usai Serangan ke Pangkalan Taji
Sumber keamanan Irak menyebutkan bahwa salah satu target serangan adalah pusat dukungan logistik di dalam kompleks pangkalan militer tersebut.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Empat Ledakan Terdengar di Area Pangkalan
Koresponden Al Mayadeen di Irak melaporkan bahwa sedikitnya empat ledakan terdengar beruntun di sekitar pangkalan.
Sirene peringatan juga terdengar di dalam fasilitas militer tersebut setelah ledakan terjadi.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin meluas di kawasan.
AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah
Menanggapi situasi keamanan yang memanas, Amerika Serikat mengumumkan akan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.
Wakil Sekretaris Pers Pentagon, Sabrina Singh, mengatakan Washington akan mengirimkan tambahan skuadron pesawat tempur ke kawasan tersebut.
Menurut Pentagon, penguatan militer ini mencakup pesawat tempur F-16, F-15E, A-10, hingga F-22 beserta personel pendukungnya.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, juga telah meningkatkan kesiapan pasukan tambahan untuk menghadapi kemungkinan serangan terhadap kepentingan Amerika di Timur Tengah.
Pentagon menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi personel dan kepentingannya di kawasan tersebut.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)