Pesawat Tempur F-15E Amerika Jatuh di Kuwait: Kecelakaan, Friendly Fire, atau Ditembak Iran?
Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di sebelah barat Kuwait pada Senin, 2 Maret 2026.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di sebelah barat Kuwait pada Senin, 2 Maret 2026.
- Insiden ini terekam dalam sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan pesawat turun dengan cepat sebelum jatuh.
- Pilot berhasil melontarkan diri menggunakan kursi pelontar dan hanya mengalami luka ringan. Warga sipil Kuwait sempat menolong pilot tersebut dan membawanya menjauh dari lokasi kecelakaan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di sebelah barat Kuwait pada Senin, 2 Maret 2026.
Insiden ini terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan pesawat turun dengan cepat sebelum akhirnya jatuh.
Pilot berhasil melontarkan diri menggunakan kursi pelontar dan dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat warga sipil Kuwait sempat menolong pilot tersebut dan membawanya menjauh dari lokasi kecelakaan.
Kejadian jatuhnya F-15 berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Pada hari yang sama, sebuah pesawat tak berawak Iran diduga menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait.
Gambar-gambar yang beredar menunjukkan asap tebal mengepul dari kompleks kedutaan, meski kebenarannya belum diverifikasi secara independen.
Selain itu, sejumlah foto lain menunjukkan asap hitam dari lokasi kecelakaan pesawat, memperkuat dugaan bahwa insiden ini terjadi di tengah operasi militer aktif.
Meski penyebab pasti jatuhnya pesawat belum diketahui, peristiwa ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rapuh akibat konflik geopolitik.
Sejauh ini baik pihak militer AS maupun otoritas Kuwait belum memberikan konfirmasi publik mengenai penyebab, lokasi pasti, maupun unit yang terlibat.
Beberapa sumber regional menyebutkan kemungkinan insiden ini terkait dengan operasi militer aktif di kawasan, bahkan ada spekulasi mengenai “friendly fire,” tetapi semua informasi tersebut masih belum diverifikasi secara resmi.
Investigasi penyebab kecelakaan dikabarkan sedang berlangsung
Pesawat F-15E Strike Eagle sendiri merupakan varian tempur serbaguna dari keluarga F-15 yang dikembangkan oleh McDonnell Douglas (kini Boeing).
Pesawat ini dirancang untuk misi serangan darat sekaligus mampu bertempur di udara, dengan kecepatan tinggi, jangkauan luas, serta dilengkapi sistem avionik canggih.
Baca tanpa iklan