Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Arab Saudi Cuci Tangan, Tegaskan Tak Pernah Lobi Militer ke AS untuk Serang Iran

Saudi bantah lobi AS serang Iran, tegaskan pilih diplomasi. Namun Iran balas serang kilang Ras Tanura, picu kekhawatiran pasokan minyak dunia.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Saudi membantah laporan The Washington Post yang menyebut Riyadh melobi AS untuk menyerang Iran.
  • Putra Mahkota Mohammed bin Salman memastikan wilayah udara dan teritorial Saudi tidak akan digunakan untuk menyerang Iran, demi menjaga stabilitas regional di tengah Operasi Epic Fury.
  • Meski bersikap netral, Iran tetap menyerang kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco. Serangan drone memicu kebakaran dan penutupan sementara fasilitas 550 ribu barel per hari.

TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi secara tegas membantah laporan yang beredar di media internasional The Washington Post yang menyebut Kerajaan ambil peran dalam melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Saudi di Washington dan pernyataan pejabat tinggi kerajaan menyebut klaim tersebut tidak benar dan berlebihan.

“Kerajaan Arab Saudi konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran. Tidak sekali pun dalam seluruh komunikasi kami dengan Pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda,” ujar Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fahad Nazer di X.

Riyadh juga menegaskan pihaknya tetap konsisten dalam mendukung upaya diplomasi dan penyelesaian damai, bukan mendorong aksi militer.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman bahkan menegaskan sikap tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran pada 26 Januari lalu.

Dalam pembicaraan itu, ia memastikan bahwa wilayah udara maupun teritorial Arab Saudi tidak akan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Arab Saudi, sikap tersebut mencerminkan komitmen kerajaan terhadap stabilitas regional dan penyelesaian konflik melalui dialog di tengah tekanan geopolitik yang meningkat setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran yang disebut sebagai Operasi Epic Fury hingga menewaskan puluhan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.

Tak lama setelah serangan itu, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah negara di kawasan Teluk. Dalam waktu 24 jam, Teheran disebut menargetkan setiap negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).

Situasi tersebut yang kemudian mendorong Saudi untuk netral, berusaha menjaga citra sebagai negara yang mengutamakan diplomasi dan stabilitas regional, terutama di tengah konflik yang dapat mengguncang pasar energi global dan meningkatkan risiko perang yang lebih luas.

Baca juga: Kehebatan Rudal Iran: Tembus Iron Dome Israel, 17.000 Km per Jam, Tersembunyi di Bawah Tanah

Iran Membabi Buta Gempur Kilang Minyak Saudi

Meski Arab Saudi mengeklaim bahwa pihaknya tidak ambil peran dalam melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran, namun hal tersebut tak lantas membuat amarah Iran mereda.

Di tengah rangkaian gempuran balasan dari Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di sejumlah negara Arab, kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi dilaporkan menjadi target serangan drone Iran.

Serangan ini terjadi pada Senin (2/3/2026)  waktu setempat, menambah ketegangan di kawasan yang sudah terdampak konflik luas.

Laporan awal menyebut serangan drone tersebut memicu kebakaran di fasilitas pemrosesan minyak Ras Tanura, yang merupakan salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dan memainkan peran penting dalam ekspor energi global.

Meskipun sistem pertahanan Arab Saudi berhasil mencegat drone sebelum mengenai sasaran utama, puing hasil pencegatan menyebabkan beberapa titik api di kompleks kilang. Hingga kini, kebakaran telah berhasil dikendalikan dan belum ada laporan korban jiwa.

Akibat insiden tersebut, operasi di kilang Ras Tanura dilaporkan ditutup sementara untuk mengamankan area dan menilai dampak kerusakan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas