Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dubes Iran Sebut 2 Nama yang Akan Ikut Menentukan Pengganti Khamenei

Ada dua nama yang akan ikut menentukan pengganti Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Dubes Iran Sebut 2 Nama yang Akan Ikut Menentukan Pengganti Khamenei
Tribunnews.com/Gita Irawan
PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollaj Ali Khamenei di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat konferensi pers di kediamannya di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026). Boroujerdi menjelaskan terkait proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). (Gita Irawan/Tribunnews.com) 
Ringkasan Berita:
  • Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut dua nama yang akan ikut menentukan pengganti Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei.
  • Ali Khamenei tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
  • Mohammad Boroujerdi juga menjelaskan tahapan prosesnya

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut dua nama yang akan ikut menentukan pengganti Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Sebelumnya Boroujerdi menjelaskan terlebih dulu tahapan prosesnya.

Ia mengatakan berdasarkan undang-undang di Iran, apabila dikarenakan alasan apa pun seorang Pemimpin Agung tidak ada misalnya karena terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau alasan apa pun tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi serta tidak memiliki wakil, maka negara akan membentuk dewan kepemimpinan yang bersifat sementara. 

Dewan kepemimpinan itu, kata dia, akan memiliki tiga anggota yang akan menentukan siapa pengganti Pemimpin Tertinggi Iran.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di kediamannya di kawasan Mentent Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026).

Baca juga: Strategi Serangan Udara Iran, Pakar Sebut Biaya untuk Cegat Rudal Bisa 5–10 Kali Lebih Mahal

"Dewan kepemimpinan ini memiliki tiga anggota. Yang pertama adalah Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian. Yang kedua adalah ketua kekuasaan yudikatif (Ketua Mahkamah Agung) Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan seorang anggota dari Dewan Penjaga Konstitusi (Guardian Council) atau Dewan Ahli (Assembly of The Experts)," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Nantinya, kata dia, dewan kepemimpinan sementara itu akan mengadakan sidang atau pertemuan.

Kemudian, lanjut dia, mereka akan menentukan pemimpin tertinggi yang berikutnya melalui sebuah mekanisme yang telah ditentukan.

Ia menyatakan Iran merupakan negara kuat dan memiliki peradaban tua di kawasan itu.

Menurutnya, Iran tidak mungkin dapat digoyahkan dengan apa yang terjadi belakangan ini.

Baca juga: Pakar Ungkap Potensi Negara-negara Timur Tengah Ikut Memerangi Iran

"Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apa pun seorang pejabat tinggi negara tidak ada, maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain," ungkapnya.

"Hal ini juga berlaku bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Pemerintah kami merupakan sebuah pemerintahan yang terorganisir dengan baik dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa, berbeda dengan sebuah rezim yang berada di kawasan kami," pungkasnya.
 
Perkembangan terkini, selain dua nama tersebut, pemerintah Iran telah mengumumkan seorang anggota Guardian Council yang ditunjuk sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara itu yakni Ayatollah Alireza Arafi.

Namun, berhembus rumor yang belum terverifikasi bahwa Ayatollah Alireza Arafi tewas. 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas