Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Dunia 3? Memahami 'Proksi dan Sekutu' dalam Perang Timur Tengah Israel-Iran yang Dipimpin AS

Sejauh ini negara-negara kaya Teluk seperti terjebak dalam konflik AS-Israel Vs Iran. Mereka hanya bisa defensif, mencegat rudal-rudal Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Dunia 3? Memahami 'Proksi dan Sekutu' dalam Perang Timur Tengah Israel-Iran yang Dipimpin AS
Pexels
ILUSTRASI BENDERA IRAN - Benteng Karim Khan di Kota Shiraz, Iran. Serangan AS-Israel ke Iran memantik konflik secara menyeluruh di Timur Tengah. Bagaimana kondisi geopolitik Timur Tengah saat ini? 

Perang Dunia 3? Memahami kekuatan 'Proksi dan Sekutu' dalam Perang Timur Tengah Israel-Iran yang dipimpin AS
 
TRIBUNNEWS.COM - Saat "Operasi Epic Fury" yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan "Operasi Lion's Roar" Israel melepaskan bombardemen di seluruh Iran, konflik tersebut segera mempolarisasi kekuatan dunia. 

Sama seperti menjelang perang dunia sebelumnya, aktor regional dan kekuatan super global dengan cepat terbagi menjadi dua kubu geopolitik yang berbeda.

Baca juga: Hari Ketiga Perang: Korban Tewas Tentara AS Bertambah, Trump: Serangan Besar ke Iran Belum Terjadi

Garis pertempuran bukan lagi hanya tentang Teheran dan Washington; tetapi mewakili bentrokan mendasar tentang siapa yang mengendalikan masa depan Timur Tengah.

Bagimana peta kekuatan pihak-pihak yang terlibat perang ini? Apa makna kata 'Sekutu' dan 'Proksi' dalam konteks ini? Akankah perang ini menjadi jalan pembuka Perang Dunia Ketiga?

Koalisi Pimpin AS: Pihak Sekutu

Blok ofensif utama berlandaskan kuat pada kekuatan Amerika Serikat dan Israel, yang didukung oleh intelijen dan dukungan logistik dari aliansi Barat yang lebih luas. 

Inggris secara historis bergerak seiring dengan aksi militer AS di Teluk, dan sekutu NATO secara aktif memberikan perlindungan diplomatik dan dukungan radar peringatan dini.

Tujuan yang mereka nyatakan adalah pembongkaran total kemampuan nuklir dan balistik Iran untuk mengamankan hegemoni Barat dan melindungi negara-negara sekutu di kawasan tersebut.

Proksi "Poros Perlawanan" Iran

Rekomendasi Untuk Anda

Menghadapi keunggulan militer AS yang sangat besar, Iran mengaktifkan jaringan milisi proksi multinasionalnya yang luas, yang menyebut diri mereka sebagai "Poros Perlawanan."

Poros perlawanan ini lazimnya merupakan aktor-aktor non-negara, gerakan perlawanan yang terdiri dari:

  • Hizbullah di Lebanon
  • Gerakan Houthi di Yaman
  • Berbagai milisi Syiah bersenjata lengkap di seluruh Irak dan Suriah.

"Poros Perlawanan" yang terdesentralisasi ini dirancang untuk melumpuhkan pertahanan udara AS dan Israel dengan melancarkan serangan asimetris terkoordinasi di berbagai front dari beberapa perbatasan secara bersamaan.

Para Raksasa Bayangan: Rusia dan Cina

Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam baku tembak fisik, Rusia dan China bertindak sebagai perisai geopolitik penting bagi Iran.

Kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk melihat kekuatan militer Amerika terhambat dan melemah di Timur Tengah.

Moskow sangat bergantung pada teknologi drone Iran untuk konflik-konfliknya sendiri, sementara Beijing bergantung pada minyak Iran yang harganya sangat murah.

Kedua negara adidaya tersebut secara cepat mengutuk serangan AS-Israel di PBB, dan berupaya memanfaatkan kekacauan tersebut untuk memajukan tatanan dunia multipolar.

Negara-negara Teluk yang Enggan: Terjebak di Tengah Baku Tembak

Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mendapati diri mereka dalam dilema geopolitik yang mengerikan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas