Cara Israel Bunuh Khamenei: Retas Jaringan CCTV Teheran, Petakan Rutinitas dengan AI
FT ungkap Israel akses jaringan CCTV Teheran dan pakai AI untuk petakan rutinitas Khamenei sebelum serangan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Financial Times melaporkan Israel meretas ribuan CCTV Teheran dan memakai AI untuk memetakan rutinitas Ali Khamenei.
- Data itu dipakai menentukan lokasi dan waktu serangan presisi dengan 30 rudal.
- Operasi disebut melibatkan gangguan komunikasi dan dukungan intelijen dari Central Intelligence Agency.
TRIBUNNEWS.COM - Investigasi media internasional mengungkap detail operasi intelijen Israel yang disebut berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Dikutip dari Financial Times, intelijen Israel dilaporkan telah mengakses dan meretas sebagian besar jaringan kamera lalu lintas di Teheran selama bertahun-tahun.
Laporan itu tidak menyebut angka pasti jumlah kamera yang dibobol.
Namun, mengingat skala sistem pemantauan lalu lintas ibu kota Iran yang tersebar di jalan protokol, kawasan pemerintahan, dan titik strategis lainnya, jaringan tersebut diperkirakan mencakup ribuan unit CCTV.
Akses terhadap sistem ini memungkinkan pengumpulan data visual secara real time maupun arsip rekaman lama.
Informasi tersebut, kemudian dianalisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma khusus untuk menyaring data dalam jumlah besar.
Dari proses itu, analis memetakan apa yang disebut sebagai “pattern of life” atau pola kehidupan Khamenei.
Data mencakup rute perjalanan rutin, jam aktivitas, lokasi pertemuan, hingga pola pengawalan dan siapa saja pejabat yang biasanya berada di sekitarnya.
Baca juga: Iran Kembali Berduka: Istri Ayatollah Khamenei Dilaporkan Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran
Dilansir The Tribune India, operasi ini menjadi bagian dari rencana militer yang disebut sebagai Operation Roaring Lion atau Operasi Singa Mengaum.
Serangan dilancarkan setelah intelijen memastikan lokasi keberadaan Khamenei di sebuah kompleks yang dijaga ketat.
Financial Times melaporkan sekitar 30 rudal presisi ditembakkan ke kompleks tersebut.
Rudal yang digunakan disebut jenis Sparrow.
Serangan dilakukan pada siang hari untuk menciptakan efek kejut taktis, meski tingkat kewaspadaan keamanan Iran disebut dalam kondisi tinggi.
Selain pengintaian visual, operasi itu juga dilaporkan melibatkan intelijen sinyal, termasuk penetrasi jaringan komunikasi dan gangguan terhadap menara seluler di sekitar lokasi.