Pakar: Alasan Utama AS-Israel Serang Iran adalah Masalah Palestina
Pakar Hubungan Internasional dari Unpad Dina Sulaeman mengatakan akar konflik dari Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran adalah Palestina.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Pakar HI Dina Sulaeman mengatakan akar konflik dari Amerika Serikat-Israel dengan Iran adalah Palestina.
- Sejak 1979, kebijakan luar negeri dari Iran ialah berusaha membela Palestina.
- Hal itu membuat Iran dianggap sebagai ancaman bagi Israel dan Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Pakar Hubungan Internasional (HI) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Dina Sulaeman mengatakan akar konflik dari Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran adalah Palestina.
Dina menyebut, sejak revolusi tahun 1979, kebijakan luar negeri dari Iran ialah berusaha membela Palestina. Hal itu membuat Iran dianggap sebagai ancaman bagi Israel.
"Sebenarnya akar dari konflik ini kan ada di Palestina. Kebijakan luar negeri Iran sejak 1979 itu adalah berusaha membela Palestina dengan cara memberikan bantuan senjata sehingga buat Israel, Iran ini dianggap sebagai ancaman," ujar Dina dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Rabu (4/3/2026).
Kemudian, kebijakan luar negeri dari AS, yakni menyamakan ancaman terhadap Israel sebagai ancaman bagi mereka.
Oleh karena itu, AS-Israel selalu berusaha untuk menggulingkan pemerintah Iran dengan berbagai alasan.
Menurut Dina, mereka biasanya memainkan berbagai isu, seperti kebebasan perempuan, hak asasi manusia (HAM), hingga kepemilikan senjata nuklir.
Sebagaimana diketahui, akhir-akhir Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran.
Ia menegaskan negara tersebut tak boleh mempunyai nuklir. Padahal, alasan utama AS-Israel menyerang Iran adalah karena negara Islam itu membela Palestina.
"Itu terus yang disampaikan oleh Trump. Padahal nuklirnya Iran itu kan sebenarnya diawasi oleh IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) dan Iran adalah penandatangan NPT (Non-Proliferation Treaty) dan sama sekali tidak ada bukti Iran menggunakan senjata nuklir. Jadi alasan utamanya Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran sebenarnya adalah masalah Palestina," ucap Dina.
Kondisi di Iran
Hingga hari kelima serangan militer AS-Israel ke Iran, data sementara mencatat lebih dari 1.000 orang tewas di Iran. Selain itu, lebih dari 6 ribu orang diperkirakan terluka.
Jumlah korban tewas sejak serangan AS-Israel dimulai pada hari Sabtu (28/2/2026) telah mencapai 1.045 berdasarkan laporan media pemerintah Iran.
Melaporkan dari Teheran, Mohamed Vall dari Al Jazeera mengatakan warga sipil menanggung beban terberat dari serangan tersebut dan mencatat bahwa negara itu diserang dari segala arah.
Baca juga: Selat Hormuz Memanas! Iran Klaim Kuasai Jalur Minyak, AS Siapkan Armada Laut Kawal Kapal Tanker
"Ada kampanye (serangan militer) berkelanjutan dan terus-menerus di seluruh negeri yang tidak menyisakan wilayah, kota, atau daerah mana pun," kata dia dikutip dari Aljazeera pada Rabu.
"Tetapi kita tahu 300 anak dan remaja telah dirawat di rumah sakit dengan lebih dari 6 ribu orang terluka," lanjutnya.
Mengutip kantor berita Tasnim, Aljazeera mencatat serangan Israel pada Rabu (4/3/206) menghantam ibu kota Iran yakni Teheran, kota suci Qom, Iran barat, dan di seluruh provinsi Isfahan di Iran tengah.
Baca tanpa iklan