Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Imbas Perang Iran, Harga Tiket Pesawat ke Eropa Tembus Puluhan Juta Rupiah

Penutupan sejumlah bandara di timur tengah ini juga memangkas drastis kapasitas pada rute sibuk seperti Australia menuju Eropa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Imbas Perang Iran, Harga Tiket Pesawat ke Eropa Tembus Puluhan Juta Rupiah
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
ILUSTRASI MASKAPAI INTERNASIONAL - Pesawat dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur.Harga tiket pesawat rute Asia menuju Eropa dilaporkan melonjak drastis menyusul penutupan sejumlah pusat penerbangan utama di Timur Tengah. 

“Tinggal di Australia, kami umumnya cukup jauh dari konflik dan saya pikir berada lebih dekat dengan situasi tersebut menimbulkan rasa takut dan stres yang baru,” ujar Kennard.

“Pada akhirnya, kami hanya menantikan untuk melihat rumah, keluarga, dan anjing kami lagi.” pungkasnya.

Maskapai yang masih menawarkan penerbangan nonstop Asia-Eropa kini terpaksa memutar demi menghindari zona udara Timur Tengah yang ditutup.

Jalur alternatif mencakup rute utara melalui Kaukasus kemudian Afghanistan, atau rute selatan melalui Mesir, Arab Saudi, dan Oman.

Namun demikian, rute ini menambah waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar, yang pada akhirnya memicu kenaikan ongkos di tengah lonjakan harga minyak dunia.

“Saat ini seluruh Timur Tengah berada di luar jangkauan, yang merupakan harga mahal bagi beberapa maskapai penerbangan,” kata Subhas Menon, kepala Association of Asia Pacific Airlines.

“Jika kemudian Eropa hanya dapat dilayani dengan biaya tinggi, profitabilitas maskapai akan terganggu. Pada akhirnya, harga yang harus dibayar adalah konektivitas.” pungkas Subhas

Lonjakan Harga Fantastis di Maskapai Alternatif

Rekomendasi Untuk Anda

Lembaga konsultan Alton Aviation menyatakan bahwa maskapai yang mengoperasikan layanan nonstop atau transit di luar wilayah terdampak diprediksi akan mendapatkan keuntungan jangka pendek karena penumpang beralih dari maskapai berbasis di Teluk.

Adapun maskapai yang saat ini dinilai tengah menjadi primadona adalah seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan Turkish Airlines.

Kenaikan permintaan pada maskapai tersebut pun mengerek harga tiket yang ditawarkan di pasaran.

Berdasarkan data pada situs resmi maskapai pada hari Selasa (4/3/2026), ketersediaan kursi maskapai-maskapai tersebut terpantau sangat terbatas dengan harga yang fantastis.

Baca juga: Strategi Perang Ala Cumi-cumi Diterapkan Iran hingga Merepotkan AS-Israel

Di situs Cathay Pacific misalnya, kelas ekonomi rute Hong Kong-London baru tersedia pada 11 Maret dengan harga satu kali jalan HK$21.158 atau setara Rp42.600.000.

Qantas Airways bahkan tidak menawarkan tiket kelas ekonomi melalui rute normal Perth atau Singapura hingga 17 Maret.

Adapun rute ke eropa melalui Perth atau Singapura dibanderol dengan harga A$3.129 atau sekitar Rp35.000.000.

Armada Qantas.
Armada Qantas. (Sydney Morning Herald)

Maskapai Thai Airways juga mengalami fenomena serupa.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas