Presiden Prabowo akan ke Jepang dalam Waktu Dekat Ini
Takaichi sambut gelombang pemimpin dunia ke Tokyo, termasuk Prabowo, di tengah tensi AS–Iran dan agenda Indo-Pasifik
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bersiap menerima gelombang kunjungan pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat diplomasi negara sepemikiran
- Agenda mencakup penguatan Indo-Pasifik dan aliansi dengan AS, di tengah rencana pertemuan dengan Donald Trump
- Bayang-bayang konflik AS–Iran diperkirakan memengaruhi arah pembicaraan strategis
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bersiap menghadapi gelombang kunjungan para pemimpin negara sahabat ke Jepang dalam beberapa minggu ke depan, termasuk Presiden Prabowo Subianto dari Indonesia akan datang ke Tokyo.
"Masih koordinasi lebih lanjut kunjungan Presiden Indonesia antara bulan Maret sampai dengan awal April mendatang," papar sumber Tribunnews.com di pemerintahan Kamis ini (5/3/2026).
Di tengah agenda diplomasi yang padat tersebut, situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi kekhawatiran utama yang dapat memengaruhi arah pembicaraan para pemimpin dunia.
Diplomasi Negara Sepemikiran Menguat
Mulai bulan ini hingga awal April, sejumlah pemimpin negara yang memiliki kesamaan nilai politik dengan Jepang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Tokyo.
"Langkah ini merupakan bagian dari diplomasi Jepang untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara “like-minded” atau negara sepemikiran dalam menghadapi tantangan geopolitik global," katanya.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Ogah Sebut Serangan AS ke Iran Melanggar Hukum
Beberapa pemimpin yang dijadwalkan datang antara lain Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sebelumnya, pada awal tahun ini Jepang juga telah menerima kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut fenomena ini sebagai “rush kunjungan pemimpin negara sahabat”.
Kanada Jadi Pembuka
Kunjungan pertama akan dilakukan oleh PM Kanada Mark Carney besok pada tanggal 6 Maret. Ini merupakan kunjungan perdana pemimpin Kanada ke Jepang dalam satu dekade.
Jepang dan Kanada berencana meningkatkan hubungan bilateral dari sekadar “strategic partnership” menjadi kerja sama yang lebih tinggi.
Kanada dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam seperti nikel, rare earth, serta gas alam cair (LNG), sehingga kerja sama di bidang energi, pangan, dan keamanan ekonomi menjadi fokus utama pembahasan.
Fokus Indo-Pasifik
Jepang ingin memperkuat konsep “Free and Open Indo-Pacific”, yaitu kerja sama keamanan dan ekonomi antara negara demokrasi di kawasan Indo-Pasifik.
Strategi ini juga dimaksudkan untuk menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari China.
Dalam konteks ini, Jepang berusaha memperluas kerja sama tidak hanya dengan Amerika Serikat tetapi juga dengan negara-negara menengah yang memiliki pengaruh regional.
Pertemuan dengan Trump
PM Takaichi juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington pada 19 Maret 2026 untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan tersebut akan membahas penguatan aliansi Jepang-AS serta stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Langkah ini penting karena Trump disebut sedang fokus pada negosiasi perdagangan dengan China dan bahkan menyinggung kemungkinan konsep kepemimpinan dunia oleh dua kekuatan besar, AS dan China.
Bayang-bayang Konflik Iran
Meski agenda diplomasi Jepang cukup ambisius, situasi di Timur Tengah menjadi faktor yang dapat memengaruhi pembicaraan para pemimpin dunia. Ketegangan meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran menuai kritik dari sejumlah negara yang menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
Beberapa pemimpin seperti Presiden Prancis Macron dan PM Kanada Carney telah menyampaikan kritik terhadap langkah Washington.
"Di sisi lain, negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia tampaknya juga menghadapi meningkatnya sentimen anti-Amerika di dalam negeri."
Karena itu, konflik Iran diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan bilateral antara Jepang dan para pemimpin negara sahabat.
Pemerintah Jepang diharapkan mampu mencari titik temu di tengah perbedaan pandangan antarnegara, sekaligus mendorong langkah bersama untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Diplomasi intensif yang dilakukan Tokyo dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Perdana Menteri Takaichi dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat jaringan kerja sama internasional Jepang.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.