Rusia: AS-Israel Sengaja Ingin Menyeret Bangsa Arab ke Dalam Perang Iran
Kemenlu Rusia menyebut AS dan Israel sengaja ingin menyeret bangsa Arab ke dalam perang setelah Iran menyerang pangkalan AS di Timur Tengah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Berikut perkembangan terkini perang AS-Israel VS Iran, menurut laporan Al Jazeera:
-
Lebih dari 1.045 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran
Pada hari ke-6 perang, media pemerintah Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel selama lima hari pertama perang telah mencapai 1.045 orang, sementara lebih dari 6.000 orang lainnya terluka.
Pemerintah Iran juga menuduh serangan tersebut menyasar 33 lokasi sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, kawasan permukiman, Pasar Besar Teheran, serta kompleks bersejarah Istana Golestan.
Di tengah situasi tersebut, nama Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk memegang posisi kepemimpinan tertinggi negara.
Ia disebut memiliki pengaruh besar di dalam pemerintahan serta hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
-
Kapal Perang Iran Ditenggelamkan
Sebuah kapal selam Amerika Serikat dilaporkan menembakkan torpedo dan menenggelamkan fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia, di lepas pantai selatan Sri Lanka.
Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan telah menemukan 87 jenazah dari kapal tersebut dan menyelamatkan 32 orang.
-
Serangan Kurdi dan Ancaman Selat Hormuz
Kelompok bersenjata Kurdi-Iran dilaporkan mulai melancarkan serangan darat di wilayah barat laut Iran.
Sementara itu, pasukan Kurdi di Irak utara dilaporkan dalam status siaga, setelah pejabat AS meminta bantuan mereka untuk kemungkinan operasi militer lintas perbatasan.
Di sisi lain, IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.
Ancaman Iran terhadap kapal-kapal yang melintas membuat aktivitas pelayaran di wilayah tersebut hampir berhenti.
-
Ketegangan Meluas ke Negara Teluk
Iran melancarkan serangan balasan yang mengganggu aliran minyak regional di Timur Tengah.
Arab Saudi mengecam serangan drone Iran yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Riyadh.
Di Qatar, pemerintah mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar Kedutaan Besar AS di Doha sebagai langkah pencegahan.
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, juga menghubungi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai dan menyerukan penghentian segera perang.