DPR AS Tolak Batasi Trump Perangi Iran Meski Mayoritas Rakyat Menentang
Pemungutan suara di DPR AS memberi "lampu hijau" bagi Trump untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Dukungan parlemen ini muncul di tengah hasil jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat menentang perang
- Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas di DPR AS mengecam keras fokus Partai Republik.
- Menurut dia, Trump telah menjerumuskan AS ke dalam konflik tanpa akhir di Timur Tengah dan menghabiskan miliaran dolar untuk membom Iran
TRIBUNNEWS.COM – Lewat pemungutan suara, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat yang didominasi Partai Republik menolak resolusi membatasi wewenang militer Presiden Donald Trump dalam konflik di Iran, Kamis (5/3/2026).
Hasil pemungutan suara DPR AS mencatat 212 setuju dan 219 menolak membatasi wewenang militer Trump.
Meskipun Partai Republik pengusung Trump mendominasi, dua anggota dari partai tersebut, Thomas Massie (Kentucky) dan Warren Davidson (Ohio), membelot dari garis partai dan bergabung dengan Demokrat untuk mendukung pembatasan perang.
Sebaliknya, empat anggota Demokrat menyeberang dan mendukung Partai Republik untuk menolak resolusi tersebut. Keempatnya adalah Rep. Jared Golden, Greg Landsman, Juan Vargas, dan Henry Cuellar.
Hasil pemungutan suara ini memberikan "lampu hijau" bagi Trump untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran yang telah dimulai sejak akhir pekan lalu.
Ironisnya, dukungan parlemen ini muncul di tengah hasil jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat justru menentang perang tersebut.
Thomas Massie mengakui bahwa kekalahan resolusinya sudah diprediksi.
Namun, ia menganggap perdebatan publik di lantai DPR sebagai kemenangan tersendiri.
Massie memperingatkan bahwa dukungan terhadap "perang pilihan" Trump ini akan meredup seiring waktu.
“Sebuah perang tidak akan pernah lebih populer daripada hari pertamanya. Saya rasa antusiasme untuk ini akan menurun,” ujar Massie, seperti diberitakan NBC News.
“Ketika biaya asli dari perang ini mulai diketahui dan terus menumpuk, maka dukungan untuk mengakhirinya akan semakin besar.”
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya enam warga negara Amerika Serikat telah tewas dalam konflik tersebut.
Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries (Demokrat), mengecam keras fokus Partai Republik.
Ia menilai Trump telah menjerumuskan AS ke dalam konflik tanpa akhir di Timur Tengah dan menghabiskan miliaran dolar untuk membom Iran, alih-alih menurunkan biaya kebutuhan pokok, kesehatan, dan perumahan bagi warga AS.
“Apa justifikasi mengirim pria dan wanita Amerika ke medan perang dan mempertaruhkan nyawa mereka?” tanya Jeffries.
Namun, pihak Republik bersikeras bahwa serangan gabungan AS-Israel adalah langkah pencegahan terhadap ancaman nuklir Iran yang dianggap sudah di depan mata.
Baca tanpa iklan