Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Menantu yang Dicurigai atas Kematian Lansia di Boyolali: Diduga Kirim Sate, Sering Minta Uang

Berikut ini sosok P yang merupakan menantu lansia di Boyolali, A, yang ditemukan meninggal di rumahnya, Selasa (19/5/2026).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in Sosok Menantu yang Dicurigai atas Kematian Lansia di Boyolali: Diduga Kirim Sate, Sering Minta Uang
TribunSolo.com
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Berikut ini sosok P yang merupakan menantu lansia di Boyolali, A, yang ditemukan meninggal di rumahnya, Selasa (19/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Lansia di Boyolali, A, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi.
  • Kakak kandung korban, Widodo (61), mengungkapkan selama ini hubungan antara korban dan P tidak harmonis.
  • P kerap meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan yang belakangan diketahui tidak benar.

TRIBUNNEWS.COM - Perempuan lanjut usia (lansia) berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meninggal setelah menyantap sate ayam.

A ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban menerima kiriman sate ayam yang diantar melalui jasa ojek online (ojol) pada Senin (18/5/2026) sore.

Hingga kini, penyebab pasti kematian lansia di Boyolali itu belum diketahui.

Sementara, tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali telah melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon, Sabtu (30/5/2026).

Adapun sate ayam tersebut diduga dikirim oleh anak menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada malam harinya, P disebut sempat datang ke rumah korban untuk menjenguk mertuanya sambil membawa roti.

Sosok Menantu Korban

Kakak kandung korban, Widodo (61), mengungkapkan selama ini hubungan antara korban dan P tidak harmonis.

Menurutnya, P kerap meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan yang belakangan diketahui tidak benar.

"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," kata Widodo, Minggu (31/5/2026), dilansir TribunSolo.com.

Widodo menambahkan, hubungan antara korban dan menantunya semakin memburuk setelah sejumlah kebohongan yang dilakukan P diketahui oleh korban.

Baca juga: Kesaksian Driver Ojol Pengirim Sate Ayam di Boyolali, Penerima Ditemukan Tewas di Rumah

Sejak saat itu, komunikasi keduanya disebut tidak lagi berjalan baik.

Ia juga menilai rekam jejak P selama ini kurang baik.

Selain disebut sering meminjam uang kepada sejumlah teman, P juga diduga memiliki kebiasaan bermain judi online.

"Track record P ini sudah jelek. Tiap hari cari utangan ke teman-temannya dan sering main slot judi online," tambahnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas