Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pejabat Iran 'Ejek' Pernyataan Trump soal Penyerahan Diri dan Perannya Memilih Pemimpin Baru Iran

Abas Aslani mengatakan, pernyataan Trump telah disambut dengan "sikap penolakan mutlak" oleh Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rifqah

Ringkasan Berita:
  • Trump mengeluarkan pernyataan bahwa satu-satunya kesepakatan yang bisa tercapai dengan Iran adalah melalui penyerahan diri tanpa syarat dari negara tersebut 
  • Trump juga mengatakan dirinya perlu terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel di Iran.
  • Abas Aslani mengatakan, pernyataan Trump meminta Iran menyerah dan agar dia memiliki peran dalam memilih pemimpin Iran berikutnya itu disambut dengan "sikap penolakan mutlak" oleh Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah, Abas Aslani, menyinggung soal tuntutan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tentang penyerahan diri dan perannya dalam memilih pemimpin baru Iran.

Trump sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa satu-satunya kesepakatan yang bisa tercapai dengan Iran adalah melalui penyerahan diri tanpa syarat dari negara tersebut untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan Trump ini mencuat saat Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya mengindikasikan bahwa serangan AS terhadap Iran akan meningkat secara dramatis, menambah panasnya situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini.

Selain itu, Trump juga mengatakan bahwa dirinya perlu terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel di Iran.

Para pejabat Iran, kata Abas Aslani, lantas mengejek pernyataan Trump tentang penyerahan diri dan perannya dalam memilih pemimpin berikutnya itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengatakan, pernyataan Trump tersebut telah disambut dengan "sikap penolakan mutlak" oleh Iran.

“Kita melihat bahwa Iran memberi sinyal keberlanjutan daripada perubahan,” kata Aslani kepada Al Jazeera, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).

“Mereka mengatakan bahwa Majelis Pakar yang berwenang memilih pemimpin utama, dan para pejabat Iran telah mengejek pernyataan-pernyataan Amerika Serikat tersebut,” katanya.

“Kita telah melihat, katakanlah, kepercayaan diri dalam retorika di Teheran selama beberapa hari terakhir, dan mereka tidak memberikan sinyal perubahan apa pun untuk terlibat dengan Amerika Serikat,” tambah Abas Aslani.

Adapun, selama beberapa hari terakhir ini, Iran diketahui masih menunda pengumuman mengenai pemimpin tertinggi yang baru. 

Meski demikian, pernyataan dari sejumlah politikus Iran beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa pengumuman tersebut kemungkinan akan segera dilakukan.

Baca juga: Trump Ngaku Sudah Punya Kandidat Pemimpin Baru Iran: Sosok Tepat Bawa Perubahan

Iran Siap Perang Jangka Lama dan Tutup Pintu Damai

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan bahwa Iran siap berperang dalam jangka waktu lama dengan AS-Israel.

Naeini pun mengatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dan siap untuk memperkenalkan persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa musuh-musuh Iran “harus mengharapkan pukulan yang menyakitkan” dalam gelombang serangan baru yang akan datang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas