Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS Pertama Kali Sejak 2022, Trump: Harga Kecil untuk Perdamaian
Harga minyak dunia menembus $100 per barel untuk pertama kali sejak 2022. Trump menyebut kenaikan itu harga kecil demi keamanan global.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Harga minyak dunia melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2022 di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
- Presiden AS Donald Trump menyebut kenaikan harga minyak sebagai harga kecil demi menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
- Pasar energi khawatir perang dapat mengganggu pasokan minyak global, terutama melalui Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel pada Minggu (8/3/2026).
Ini menjadi pertama kalinya sejak tahun 2022 ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan harga energi global.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Lonjakan harga dipicu kekhawatiran pasar bahwa perang yang semakin meluas dapat mengganggu pasokan energi global.
Para pelaku pasar khawatir eskalasi konflik dapat menghambat distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu sumber utama pasokan energi dunia.
Harga minyak mentah Amerika Serikat (West Texas Intermediate/WTI) dilaporkan melonjak sekitar 18 persen hingga mencapai sekitar 108 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai patokan global juga naik sekitar 16 persen dan mendekati angka 108 dolar AS per barel.
Kenaikan harga ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022 dan mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social.
Ia menyebut kenaikan harga energi sebagai dampak yang relatif kecil dibandingkan dengan tujuan menjaga keamanan global.
“Harga minyak jangka pendek, yang akan turun drastis ketika ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar demi keselamatan dan perdamaian AS dan dunia,” tulis Trump.
Trump juga menegaskan bahwa upaya militer terhadap Iran bertujuan mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.
Menurutnya, stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah akan berdampak positif terhadap keamanan global dan pasar energi.
Baca juga: Perang terhadap Iran Usai, Israel akan Jadi Musuh Bersama?
Lonjakan harga minyak terjadi karena meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan jalur perdagangan energi dunia, terutama di Selat Hormuz.
Baca tanpa iklan