Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Analisis Intelijen Barat: Bunuh Pemimpin Iran, AS Belum Tentu Menang Perang

Intelijen Barat menilai tewasnya Ali Khamenei tak otomatis menjatuhkan rezim Iran. Struktur kekuasaan Teheran dinilai masih kuat

Tribun X Baca tanpa iklan

Para pengamat Timur Tengah memperkirakan kepemimpinan Mojtaba berpotensi lebih keras dibanding pendahulunya.

Beberapa faktor yang mendorong prediksi tersebut antara lain:

-Latar belakang hubungan kuat dengan IRGC, yang dikenal sebagai kelompok garis keras dalam politik Iran.

-Situasi perang terbuka dengan Israel dan AS, yang membuat kompromi diplomatik semakin kecil.

-Faktor pribadi, karena keluarganya menjadi korban dalam serangan militer Barat.

Analis memperkirakan Mojtaba akan menekankan strategi “ketahanan revolusi”—yakni memperkuat militer, memperluas jaringan proksi regional, dan menindak keras oposisi domestik, dikutip dari Reuters.

Beberapa pakar politik Timur Tengah juga memperingatkan bahwa kepemimpinan Mojtaba bisa diiringi peningkatan represi di dalam negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu berkaitan dengan reputasinya yang dianggap dekat dengan aparat keamanan yang sebelumnya menekan gerakan protes di Iran.

Di sisi lain, konflik regional juga diperkirakan semakin memanas karena kepemimpinan baru Iran muncul di tengah perang terbuka dengan Israel dan ketegangan langsung dengan Amerika Serikat.

Dengan latar belakang perang, kehilangan anggota keluarga, serta dukungan kuat dari aparat militer, kepemimpinan Mojtaba Khamenei dinilai akan menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Republik Islam Iran. (*)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas