Salon Rambut Jepang Semakin Populer, Kini Jadi Destinasi Wisata Bagi Turis Asing
Salon rambut di Jepang kini jadi tujuan wisata baru turis asing yang ingin mencoba layanan hair styling berkualitas dengan harga lebih terjangkau
Editor:
Eko Sutriyanto
Media sosial juga memainkan peran besar dalam mempopulerkan salon Jepang.
Video yang menampilkan proses konsultasi hingga hasil akhir rambut sering viral di internet. Tidak hanya hasil “before-after”, tetapi juga proses styling, suasana salon yang bersih, hingga pengalaman head spa yang menenangkan.
Konten semacam ini sering menarik jutaan penonton dan membuat banyak turis tertarik mencoba layanan tersebut saat berkunjung ke Jepang.
Teppei juga menilai reputasi tinggi hairstylist Jepang berasal dari sistem pendidikan yang ketat.
Untuk menjadi penata rambut di Jepang, seseorang harus belajar di sekolah kecantikan resmi selama dua tahun atau mengikuti program jarak jauh lebih dari tiga tahun, lalu lulus ujian nasional.
Di banyak negara Eropa, profesi penata rambut tidak selalu memerlukan lisensi nasional seperti di Jepang.
“Saya benar-benar merasa penata rambut Jepang sangat terampil. Mereka belajar dengan sistem pendidikan yang ketat dan melalui proses pelatihan panjang sebelum bekerja,” ujarnya.
Tantangan bahasa
Meski permintaan dari turis meningkat, salah satu tantangan yang masih dihadapi industri salon Jepang adalah kendala bahasa.
Tidak semua penata rambut dapat berkomunikasi dengan pelanggan asing. Namun menurut Teppei, kemampuan berkomunikasi dan memahami keinginan pelanggan lebih penting daripada sekadar fasih berbahasa Inggris.
Ia menilai jika semakin banyak penata rambut Jepang mampu melayani pelanggan internasional, industri kecantikan Jepang berpotensi menjadi daya tarik wisata global baru.
“Teknologi, pelayanan, dan suasana salon Jepang sebenarnya masih memiliki potensi besar untuk dikenal dunia. Jika dikembangkan sebagai sebuah pengalaman, salon Jepang bisa menjadi daya tarik internasional,” katanya.
Diskusi fashion dan hair style di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan