Kedubes Iran Sebut Lebih dari 1.300 Anak dan Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS-Israel
Kedubes Iran juga menyebut para pelaku AS dan Israel tidak hanya puas dengan membunuh ribuan rakyat Iran yang tidak bersalah dan sedang berpuasa
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid atau tewas sejak serangan Amerika Serikat (AS)- Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
- Kedubes Iran juga menyebut para pelaku AS dan Israel tidak hanya puas dengan membunuh ribuan rakyat Iran yang tidak bersalah dan sedang berpuasa.
- Kedubes Iran juga menyebut dalam tindakan lainnya para agresor Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital Iran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyatakan hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid atau tewas sejak serangan Amerika Serikat (AS)- Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Selain itu sebanyak 9.669 target sipil telah hancur.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Raih 85 Persen Suara Dewan Pakar
Jumlah itu menurut Kedutaan Besar Iran termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.
Kedubes Iran juga menyebut para pelaku AS dan Israel tidak hanya puas dengan membunuh ribuan rakyat Iran yang tidak bersalah dan sedang berpuasa.
"Pada hari keenam agresi terhadap Iran, mereka juga melakukan serangan terhadap kapal perang Iran Dena pada jarak lebih dari 2 ribu mil laut dari pantai Iran, yang mengakibatkan syahidnya 104 putra bangsa lainnya," tulis Kedutaan Besar Iran dalam keterangan tertulis pada Senin (9/3/2026).
Kedubes Iran menyebut kapal perang yang tidak bersenjata itu melakukan perjalanan ke India atas undangan resmi Angkatan Laut India untuk mengikuti sebuah program pelatihan.
Namun, Kedubes Iran menyatakan tanpa peringatan apa pun, kapal tersebut menjadi sasaran serangan di perairan internasional yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
"Tindakan Amerika ini bukan hanya merupakan sebuah kejahatan yang mengerikan, tetapi juga memperluas lingkup perang melampaui wilayah pesisir Iran serta mengancam keamanan pelayaran internasional," tulis Kedubes Iran.
Kedubes Iran juga menyebut dalam tindakan lainnya para agresor Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital Iran.
Infrastruktur itu termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm.
Kedubes Iran menyebut tindakan itu merupakan kejahatan nyata yang melanggar hukum kemanusiaan internasional dan akan membawa konsekuensi berat bagi para pelakunya.
"Republik Islam Iran, sebagai tanggapan terhadap serangan, agresi, dan kejahatan terang-terangan Amerika Serikat dan rezim Zionis selama sepuluh hari terakhir, menegaskan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tulis Kedubes Iran.
Baca juga: Demo di Kedubes Amerika, Massa Sebut Agresi AS-Israel ke Iran sebagai Aksi Terorisme
Selain itu Iran menyatakan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan.
Atau, lanjut Kedubes Iran, hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka.
Kedubes Iran menyatakan operasi pertahanan Iran ditujukan terhadap target dan fasilitas yang menjadi sumber dan titik awal tindakan agresif terhadap rakyat Iran, atau yang berfungsi mendukung tujuan tersebut.
Baca tanpa iklan