Konflik AS-Israel vs Iran, Ekspatriat Dubai Tega Tinggalkan Kucing hingga Anjing Peliharaan
Seiring eskalasi militer AS-Israel vs Iran, para ekspatriat di Dubai tidak membawa serta hewan-hewan peliharaan mereka ketika meninggalkan UEA.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Eskalasi militer di Timur Tengah menyusul serangan AS-Israel ke Iran membuat para ekspatriat di Dubai pergi pulang atau mengungsi ke negara lain tanpa membawa serta hewan peliharaan mereka.
- Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran meningkat mulai Sabtu (28/2/2026) lalu, ada ratusan hewan peliharaan yang ditinggalkan di UEA baru-baru ini, jumlah yang jauh lebih banyak daripada biasanya.
- Hewan-hewan peliharaan seperti kucing ditinggal di jalanan, atau anjing diikat dan ditinggalkan di taman.
TRIBUNNEWS.COM - Para ekspatriat yang tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) meninggalkan negara tempat mereka selama ini tinggal seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mulai Sabtu (28/2/2026) lalu.
Mirisnya, para ekspatriat itu justru tidak membawa serta hewan-hewan peliharaan mereka ketika meninggalkan UEA.
Bahkan, ada di antara mereka yang mempertimbangkan opsi eutanasia (tindakan sengaja mengakhiri hidup seseorang atau binatang yang sejatinya bertujuan untuk mengurangi penderitaan) pada hewan peliharaan mereka saat bergegas pergi.
Pada Minggu (8/3/2026) lalu, media Inggris termasuk Telegraph dan Daily Mail melaporkan lonjakan kasus warga asing/ekspatriat yang meninggalkan hewan peliharaan mereka ketika eskalasi militer Timur Tengah terjadi.
Jumlah Hewan Peliharaan yang Ditinggalkan Meningkat
Menurut laporan, ada ratusan hewan peliharaan yang ditinggalkan di UEA baru-baru ini, jumlah yang jauh lebih banyak daripada biasanya.
Komunitas adopsi anjing, K9 Friends Dubai menyebut, “Kami dibanjiri panggilan dari pemilik yang ingin meninggalkan anjing mereka.”
Platform media sosial seperti Facebook juga dipenuhi unggahan soal hewan-hewan peliharaan yang ditinggalkan oleh pemiliknya, termasuk kucing yang terluka yang ditemukan di jalanan dan anjing yang diikat dan ditinggalkan di taman.
Ditinggal di Gurun
Sementara itu, di Al Ain, dekat perbatasan Oman-UEA juga banyak hewan peliharaan yang ditinggalkan oleh pemiliknya. dilansir standard.co.uk.
Sejumlah orang mencoba meninggalkan UEA lewat Oman, tetapi dihentikan karena membawa hewan peliharaan mereka, hal ini menyebabkan mereka meninggalkan hewan-hewan peliharaan di daerah tersebut.
Seorang pemilik suaka hewan Six Hounds di Al Ain, Anso Stander mengatakan, “Saya menerima 27 pesan dalam satu hari. Beberapa di antaranya bilang, mereka akan meninggalkan hewan peliharaan mereka jika penampungan tidak dapat menerimanya.”
Beberapa warga yang mencoba melarikan diri dari Dubai ke Oman terpaksa meninggalkan hewan peliharaan mereka di gurun, setelah diberitahu bahwa mereka tidak dapat membawa hewan peliharaan melintasi perbatasan.
Anso Stander menambahkan, dua anjing telah ditembak di gurun antara UEA dan Oman.
Ia menyebut perilaku pemilik hewan peliharaan yang melarikan diri dan meninggalkan hewan mereka "egois dan tidak berperasaan", serta menjelaskan bahwa pemerintah setempat "telah mengendalikan semuanya."
"Sama sekali tidak ada alasan untuk panik," tutur Anso.
Kisah Warga Lokal
Seorang warga di Dubai menyebutkan bahwa ada orang yang meninggalkan sebuah kotak berisi seekor kucing dan empat anak kucing di depan pintu rumahnya.
Baca tanpa iklan