Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya
Rusia justru menjadi penerima manfaat terbesar dari perang Iran melawan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Perang AS-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya
Ringkasan Berita:
- Perang AS-Israel Vs Iran dapat menguntungkan Rusia karena ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong harga minyak global melambung tinggi.
- Meningkatnya permintaan dan kemungkinan pelonggaran sanksi dapat memungkinkan Moskow untuk menjual minyak mentah dengan harga yang lebih murah.
- Strategi di tengah perang terbuka Iran vs AS-Israel ini memperkuat pendapatan Rusia dari sektor energi yang juga untuk membiayai perang melawan Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia berpotensi menjadi satu di antara negara penerima manfaat terbesar dari perang Iran melawan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang sedang berlangsung di bawah pemerintahan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.
Keuntungan Rusia dari perang ini diperoleh karena kenaikan harga minyak dan perubahan kebijakan sanksi membentuk kembali (re-shape) pasar energi global.
Baca juga: Iran Tolak Negosiasi, AS Habiskan Rp 94 T dalam 2 Hari, Araqchi: Amerika Gagal dan Bingung Sendiri
Selama sebagian besar tahun lalu, sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Washington telah berupaya melemahkan perdagangan energi Rusia, dengan alasan kalau pendapatan minyak akan membiayai mesin perang Moskow.
AS menargetkan dua perusahaan minyak terbesar Rusia dengan sanksi dan mengenakan tarif tinggi pada ekspor India dalam upaya untuk menekan New Delhi dan Beijing - dua pembeli energi paling setia Moskow.
Strategi tersebut tampaknya berhasil.
Pendapatan energi Rusia telah tertekan karena sanksi Barat, suku bunga tinggi, dan kekurangan tenaga kerja.
Pada bulan Januari, pendapatan minyak dan gas Rusia turun ke level terendah sejak tahun 2020, yang memberikan pukulan telak bagi keuangan negara tersebut.
Namun, konflik yang semakin memanas yang melibatkan Iran telah secara dramatis mengubah prospeknya.
Konflik di Timur Tengah Ubah Pasar Energi, Sanksi Melonggar
Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah mengganggu ekspor dari salah satu wilayah penghasil minyak terpenting di dunia, mendorong harga minyak mentah global melonjak tajam.
Lonjakan ini secara tak terduga memperkuat posisi Rusia di pasar global.
Pekan lalu, AS memberikan pengecualian 30 hari kepada kilang minyak India yang memungkinkan mereka membeli minyak Rusia yang 'terdampar' di laut karena sanksi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pengecualian tersebut dimaksudkan untuk menjaga aliran minyak ke pasar global selama krisis.
Dia juga mengindikasikan kalau Washington dapat melonggarkan sanksi-sanksi terkait Ukraina tertentu terhadap minyak Rusia jika diperlukan untuk menstabilkan pasokan global.
Pergeseran ini dapat memungkinkan minyak mentah Rusia untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi.
Baca tanpa iklan