Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya

Rusia justru menjadi penerima manfaat terbesar dari perang Iran melawan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya
Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti/Kremlin
PUTIN KE ALASKA - Foto diunduh dari website Kremlin, Sabtu (16/8/2025) memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) di Alaska pada Jumat, 15 Agustus 2025. Trump menyambut Putin yang tiba di Anchorage, Alaska, sebelum pembicaraan keduanya pada hari Jumat. 

Perang AS-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya

Ringkasan Berita:
  • Perang AS-Israel Vs Iran dapat menguntungkan Rusia karena ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong harga minyak global melambung tinggi. 
  • Meningkatnya permintaan dan kemungkinan pelonggaran sanksi dapat memungkinkan Moskow untuk menjual minyak mentah dengan harga yang lebih murah.
  • Strategi di tengah perang terbuka Iran vs AS-Israel ini memperkuat pendapatan Rusia dari sektor energi yang juga untuk membiayai perang melawan Ukraina.

 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia berpotensi menjadi satu di antara negara penerima manfaat terbesar dari perang Iran melawan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang sedang berlangsung di bawah pemerintahan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. 

Keuntungan Rusia dari perang ini diperoleh karena kenaikan harga minyak dan perubahan kebijakan sanksi membentuk kembali (re-shape) pasar energi global. 

Baca juga: Iran Tolak Negosiasi, AS Habiskan Rp 94 T dalam 2 Hari, Araqchi: Amerika Gagal dan Bingung Sendiri 

Selama sebagian besar tahun lalu, sejak Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Washington telah berupaya melemahkan perdagangan energi Rusia, dengan alasan kalau pendapatan minyak akan membiayai mesin perang Moskow. 

AS menargetkan dua perusahaan minyak terbesar Rusia dengan sanksi dan mengenakan tarif tinggi pada ekspor India dalam upaya untuk menekan New Delhi dan Beijing - dua pembeli energi paling setia Moskow.
 
Strategi tersebut tampaknya berhasil.

Pendapatan energi Rusia telah tertekan karena sanksi Barat, suku bunga tinggi, dan kekurangan tenaga kerja. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pada bulan Januari, pendapatan minyak dan gas Rusia turun ke level terendah sejak tahun 2020, yang memberikan pukulan telak bagi keuangan negara tersebut.

Namun, konflik yang semakin memanas yang melibatkan Iran telah secara dramatis mengubah prospeknya.

DIBLOKADE IRAN - Beberapa kapal terlihat berlabuh jangkar karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak dan gas meroket pasca keluarnya ancaman Iran yang akan membakar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
DIBLOKADE IRAN - Beberapa kapal terlihat berlabuh jangkar karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak dan gas meroket pasca keluarnya ancaman Iran yang akan membakar kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. (HO/IST/EPA/Stringer)

Konflik di Timur Tengah Ubah Pasar Energi, Sanksi Melonggar

Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah mengganggu ekspor dari salah satu wilayah penghasil minyak terpenting di dunia, mendorong harga minyak mentah global melonjak tajam.

Lonjakan ini secara tak terduga memperkuat posisi Rusia di pasar global.

Pekan lalu, AS memberikan pengecualian 30 hari kepada kilang minyak India yang memungkinkan mereka membeli minyak Rusia yang 'terdampar' di laut karena sanksi. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pengecualian tersebut dimaksudkan untuk menjaga aliran minyak ke pasar global selama krisis.

Dia juga mengindikasikan kalau Washington dapat melonggarkan sanksi-sanksi terkait Ukraina tertentu terhadap minyak Rusia jika diperlukan untuk menstabilkan pasokan global. 

Pergeseran ini dapat memungkinkan minyak mentah Rusia untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas