Dari Bunker Khamenei hingga 5 Lokasi Minyak, Daftar Aset Iran yang Dihantam Israel Sejak Perang
Serangan AS dan Israel ke Iran kini tidak hanya menyasar infrastruktur militer, tetapi juga pada fasilitas publik dan sipil.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Dari Bunker Khamenei hingga 5 Lokasi Minyak, Daftar Aset Iran yang Dihantam Israel Sejak Perang
Ringkasan Berita:
- Operasi Epic Fury Israel telah menargetkan pangkalan militer Iran, depot minyak di dekat Teheran, sistem pertahanan udara, dan jet F-14 di Isfahan.
- Serangan-serangan ini menandakan pergeseran menuju tekanan strategis pada infrastruktur dan ekonomi.
- Indikasi lain, Israel juga menyasar infrastruktur penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sipil Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran telah memasuki tahap yang jauh lebih bergejolak, ditandai pengumuman Israel perluasan operasi militer besar-besaran di seluruh wilayah Iran.
Saat konflik memasuki minggu kedua dan hari kesembilan pada Minggu, 8 Maret 2026 kemarin, skala dan sifat serangan menunjukkan kalau konfrontasi tersebut tidak lagi terbatas pada target militer taktis.
Baca juga: Perang Amerika-Israel Vs Iran, Pemenangnya Adalah Rusia, Berikut Ini Alasannya
Sebaliknya, konfrontasi tersebut dengan cepat berkembang menjadi operasi strategis yang lebih luas dengan konsekuensi regional dan global yang jauh jangkauannya.
Israel mengatakan telah melakukan ribuan serangan sejak meluncurkan operasi militernya, yang diberi nama Operasi Epic Fury, bersama Amerika Serikat (AS).
Operasi tersebut, menurut otoritas Israel, mencakup serangan terhadap infrastruktur militer, sistem pertahanan udara, dan fasilitas energi di seluruh Iran.
Di antara klaim yang paling dramatis adalah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan terhadap apa yang digambarkan Israel sebagai pengeboman yang menyasar bunker militer bawah tanah.
Pergeseran dari Target Militer ke Target Strategis
Salah satu perkembangan paling mencolok dalam serangan terbaru adalah perubahan strategi Israel.
Awalnya sebagian besar pengeboman berfokus pada instalasi militer, Israel kini telah memperluas targetnya hingga mencakup depot minyak dan infrastruktur distribusi bahan bakar.
Pasukan Israel dan AS dilaporkan menyerang lima fasilitas terkait minyak di dalam dan sekitar Teheran, termasuk empat depot dan sebuah pusat transportasi minyak bumi.
Pejabat Iran mengkonfirmasi bahwa beberapa personel tewas dan kebakaran terjadi setelah serangan tersebut, meskipun mereka mengatakan situasi telah terkendali.
Menargetkan infrastruktur energi menandai eskalasi yang signifikan.
Depot minyak dan jaringan bahan bakar bukan hanya aset militer; tetapi juga sangat penting bagi berfungsinya ekonomi nasional dan kehidupan sipil.
Dengan menyerang fasilitas-fasilitas ini, Israel tampaknya bertujuan untuk melemahkan kapasitas logistik Iran untuk mempertahankan upaya perang yang berkepanjangan.
Namun, strategi ini juga menimbulkan kekhawatiran aspek kemanusiaan dan geopolitik yang serius, hal-hal yang selama ini tidak dipedulikan Israel, berkaca pada apa yang terjadi di Gaza, Palestina dan Lebanon.