Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jepang Terbantu Indonesia, Ketegangan Iran Picu Lonjakan Harga LNG Dunia

Krisis Iran ancam pasokan LNG global, harga melonjak, Jepang waspadai dampak pada tarif listrik rumah tangga

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jepang Terbantu Indonesia, Ketegangan Iran Picu Lonjakan Harga LNG Dunia
Nagoya TV
 Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait situasi Iran, mulai memicu kekhawatiran terhadap pasokan gas alam cair (LNG) dunia yang menjadi sumber energi penting bagi Jepang.  Jepang terbantu Indonesia karena masih ada kapal pengangkut LNG dari Indonesia. Jika krisis ini berkepanjangan, para ahli memperingatkan bahwa tarif listrik di Jepang berpotensi naik (Nagoya TV) 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di Timur Tengah, khususnya Iran, memicu kekhawatiran pasokan LNG global yang vital bagi Jepang
  • Walau kapal LNG dari Indonesia tiba di Aichi, banyak pengiriman lain bergantung pada Selat Hormuz yang rawan konflik 
  • Harga LNG sempat melonjak dua kali lipat, menimbulkan risiko kenaikan tarif listrik rumah tangga Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait situasi Iran, mulai memicu kekhawatiran terhadap pasokan gas alam cair (LNG) dunia yang menjadi sumber energi penting bagi Jepang

"Jepang terbantu Indonesia karena masih ada kapal pengangkut LNG dari Indonesia. Jika krisis ini berkepanjangan, para ahli memperingatkan bahwa tarif listrik di Jepang berpotensi naik," ungkap sumber Tribunnews.com di kalangan pemerintah Jepang Rabu (11/3/2026).

Pada Rabu (11/3/2026), sebuah kapal pengangkut LNG sepanjang sekitar 270 meter yang membawa sekitar 60.000 ton LNG tiba di pelabuhan Kota Chita, Prefektur Aichi. Gas alam cair tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga termal.

LNG tersebut dipasok untuk pembangkit listrik yang dikelola oleh JERA (Japan’s Energy for a New Era), perusahaan energi hasil kerja sama Chubu Electric Power dan Tokyo Electric Power Company.

Menurut pejabat JERA, kapal LNG seperti ini biasanya datang sekitar dua kali setiap minggu untuk memasok bahan bakar pembangkit listrik.

Baca juga: Tips Aman Simpan Motor Listrik Saat Ditinggal Mudik Lebaran, Tak Perlu Matikan MCB

Selat Hormuz Jadi Titik Risiko Energi Dunia
Rekomendasi Untuk Anda

Masalah utama muncul karena ketegangan di sekitar Strait of Hormuz. Selat ini merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia.

Jika jalur ini terganggu atau tertutup akibat konflik dengan Iran, distribusi energi global bisa terganggu.

Diperkirakan sekitar 20 persen produksi LNG dunia melewati jalur tersebut. 

Walaupun kapal yang tiba di Jepang kali ini berasal dari Indonesia, banyak pengiriman LNG lain yang harus melewati selat strategis tersebut.

Harga LNG Sempat Naik Dua Kali Lipat

Akibat meningkatnya ketegangan di kawasan itu, harga LNG global sempat melonjak hingga hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Kenaikan harga ini dipicu oleh fenomena yang disebut para analis sebagai “perebutan sumber energi global”, di mana berbagai negara berlomba mendapatkan pasokan energi yang terbatas.

Risiko pada Tarif Listrik Rumah Tangga

Pemerintah Jepang mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap ekonomi nasional. LNG sangat penting bagi sistem listrik Jepang karena banyak pembangkit listrik menggunakan bahan bakar tersebut.

Di wilayah Tokai, misalnya, listrik yang dipasok oleh Chubu Electric Power Miraiz lebih dari 40 persen berasal dari pembangkit berbahan bakar LNG.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas