Mojtaba Khamenei Beri Pernyataan Perdana Sebagai Pemimpin Iran, Bersumpah Balas Dendam ke AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei memberikan pernyataan pertamanya. Ia bersumpah balas dendam terhadap AS-Israel
Penulis:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Setelah sempat dilaporkan terluka, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei memberikan pernyataan pertamanya.
Mojtaba Khamenei dipilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (8/3/2026).
Dilansir dari Presstv, Mojtaba Khamenei memberi pesan dengan menekankan persatuan dan upaya pertahanan rakyat Iran serta Selat Hormuz harus tetap tertutup.
Mojtaba Khamenei memulai pidatonya dengan doa diikuti dengan ungkapan simpati yang mendalam atas wafatnya pemimpin besar revolusi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran dan komunitas muslim global, khususnya kepada mereka yang terkena dampak perang AS-Israel baru-baru ini di Iran, termasuk keluarga para korban dan para penyintas gerakan Islam.
Baca juga: Imbas Konflik Iran-AS, Cathay Pacific akan Bebankan Biaya BBM 2 Kali Lipat
"Saya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Pakar melalui media Republik Islam, sama seperti Anda semua," kata Mojtaba Khamenei, Kamis (12/3/2026).
Ia mengungkap beratnya memikul tanggung jawab sebagai pemimpin meneruskan pendahulunya seperti Imam Khomeini dan Ayatollah Ali Khamenei.
“Menduduki posisi yang pernah ditempati oleh dua pemimpin besar, Imam Khomeini dan Sayyid Khamenei, adalah tugas yang berat,” katanya.
Baca juga: Mengenal Sistem Satelit Navigasi BeiDou China, Pemandu Rudal Presisi Iran Hajar Aset Amerika-Israel
“Kursi ini dulunya milik seseorang yang, setelah lebih dari 60 tahun berjuang untuk Tuhan dan mengorbankan segala macam kesenangan dan kenyamanan, menjadi permata yang bersinar dan tokoh yang luar biasa, tidak hanya di zaman kita tetapi juga dalam sejarah para penguasa negara ini."
“Baik kehidupannya maupun cara kematiannya terkait erat dengan martabat dan kehormatan, yang berakar pada kepercayaannya pada kebenaran,” lanjut dia.
Mojtaba Khamenei pun mengungkap kunjungannya ke makam almarhum Pemimpin Tertinggi Iran digambarkan sebagai "gunung keteguhan hati".
"Inilah mengapa mengemban kepemimpinan setelah tokoh seperti itu merupakan tanggung jawab yang berat. Menjembatani kesenjangan ini hanya mungkin dilakukan dengan pertolongan Tuhan dan dukungan rakyat," katanya.
Balas Dendam Untuk Para Martir
Dalam bagian penting pidatonya, Mojtaba Khamenei menyampaikan simpatinya kepada mereka yang terkena dampak perang agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran, khususnya mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai atau menderita luka-luka.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban,” katanya, seraya menyebutkan dirinya kehilangan ayah, istri, saudara perempuan, keponakan, dan saudara ipar.
“Yang membuat kita mampu menanggung kesulitan-kesulitan ini, bahkan lebih mudah, adalah keyakinan akan pahala yang dijamin Tuhan bagi mereka yang bersabar,” tambahnya.
Baca tanpa iklan